Tanggung Jawab Pemegang Saham Perseroan Terbatas (PT)

Terkait dengan artikel Pendirian PT post ini membahas lebih lanjut mengenai :

Tanggung Jawab Pemegang Saham Perseroan Terbatas (PT)

Sifat perseroan merupakan perseorangan atau person yang tidak terlihat, tidak teraba atau abstrak dan artifisial. Namun demikian, Perseroan bisa menikmati semua hak dan kewenangan yang dimiliki perseorangan.

Pada dasarnya, pemegang saham(Shareholder) dari perseroan adalah pemegang saham yang diberi sertifikat saham sebagai bukti, bahwa yang bersangkutan adalah pemilik sebagian dari perseroan tersebut.

Akan tetapi, oleh karena perseoan merupakan wujud yang terpisah (separate entity) dari pemegang saham sebagai pemilik, maka pemegang saham tidak boleh menuntut aset perseroan.

Kekayaan perseroan tetap milik perseroan, sehingga pemegang saham tidak mempunyai hak untuk mengalihkan kekayaan perseroan kepada dirinya maupun kepada orang lain sebelum mendapat persetujuan RUPS.

Saham yang dimiliki shareholder sebagai bukti kepemilikannya atas sebagian perseroan terbatas, lazimnya hanya memberi hak kepada pemegang saham untuk mengeluarkan suara dalam RUPS, menerima presentase aset perseroan terbatas serta menerima deviden, secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya, jika perseroan dilikuidasi.

Selanjutnya, pemegang saham sebagai pemilik sebagian saham, hanya mempunyai hak kontrol tidak langsung atas operasional perusahaan dan untuksebagian kebijaksanaan Direksi. Selain itu pemegang saham juga tidak ikut memikul tanggung jawab pelaksanaan fungsional Direksi.

Semakin besar saham yang dimiliki seorang pemegang saham, semakin banyak kekuasaan kontrol yang bisa dilakukannya.

Selain hal-hal yang dijelaskan diatas, salah satu keuntungan yang paling besar diperoleh dan dinikmati pemegang saham, adalah tanggung jawab terbatas (limited liability).

Keuntungan ini dinyatakanoleh Undang-undang kepadapemegang saham, sebagaimana yang ditegaskan dalam Psl 3 ayat (1) UUPT yaitu Pemegang saham perseroan tidak bertanggung jawab secara pribadi atas perikatan yang dibuat untuk dan atas nama Perusahaan dan tidak juga bertanggung jawab atas semua kerugian Perseroan melampaui saham yang dimiliki.

Meskipun pemegang saham dikonstruksi sebagai pemilik dari perseroan,namun hukum perseroan (cooporate law) melalui Pasal 3 ayat (1) UUPT, membatasi tanggung jawabnya dengan acuan :
a. Pemegang saham perseroan terbatas, tidak bertanggung jawab secara pribadi (personal liability) atas perikatan yang dibuat untuk dan atas nama perseroan  terbatas maupun atas kerugian yang dialami perseroan;
b. Resiko yang akan ditanggung pemegang saham, hanyalah sebesar modal yang dimasukan atau tidak malampui saham yang dimilikinya pada perseroan terbatas;
c. Pemegang saham tidak bertanggung jawab secara individual  atau personal atas hutang perseroan.

Prinsip ini dipertegas lagi dalam penjelasan Pasal 3 ayat (1) UUPT, bahwa pemegang saham hanya bertanggung jawab sebesar setoran atas seluruh saham yang dimilikinya dan tidak meliputi harta kekayaan pribadinya.

Tanggung jawab pemegang saham yang terbatas inilah yang dibakukan dalam istilah tanggung jawab terbatas (limited liability). Jadi bertitik tolak dari konsep dan prinsip separate entity dan corporate entity yang melahirkan tanggung jawab terbatas (limited liability) pemegang saham.

Dengan kata lain perseroan terbatas  sebagai badan hukum merupakan unit hukum dengan kewenangan dan kapasitas yang terpisah dari pemegang saham untuk menguasai kekayaan, membuat kontrak, menggungat dan digugat melanjutkan hidup dan eksistensi meskipun pemegang saham berubah dan direksi diberhentikan dan diganti.

Selain itu, harta kekayaan, hak dan kepentingan serta tanggung jawab perseroan terpisah dari pemegang saham. Pemegang saham menurut hukum sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (1) UUPT, mempunyai imunitas dari kewajiban dan tanggung jawab perseroan, karena antara pemegang saham dengan perseroan terdapat perbedaan dan pemisahan personalitas hukum.

Tujuan utama yang ingin dicapai prinsip limited liability, untuk menjadikan perseroan sebagai kendaraan yang menarik penanam modal, sebab melalui prinsip separate entity hukum memberi batas dan perlindungan kepada pemegang saham terlepas dan terbebas dari tuntutan dari pihak ketiga yang timbul dari kontrak atau transaksi yang dilakukan perseroan.

Dengan demikian, melalui prinsip limited liability ini, bertujuan untuk agar para pemegang saham berminat  menempatkan  sejumlah uang dalam bentuk modal usaha yang dikelola perseroan tanpa perlu memikul resiko yang dapat menjangkau harta pribadinya.

Comments are closed.