Bolehkah Perseroan Mendirikan Sekolah?

Saat ini, banyak perusahaan-perusahaan yang mendirikan sekolah-sekolah. Sekolah ini bisa terbuka untuk umum, dalam artian bisa diisi oleh pelajar dari luar lingkungan perusahaan, ataupun yang khusus untuk pegawai perusahaan saja. Biasanya, pendirian sekolah merupakan salah satu wujud Corporate Social Responsibility (CSR) suatu perusahaan kepada pegawai maupun masyarakat.

Nah, apakah sebuah PT boleh mendirikan sekolah? Sebenarnya, tidak ada aturan jelas yang membolehkan ataupun melarang suatu perusahaan membuka sekolah. Namun, yang patut dicermati, proses penyelenggaraan pendidikan formal harus memiliki badan hukum yang bersifat sosial. Badan hukum tersebut bisa berupa yayasan, perkumpulan, atau badan lain.

Ketentuan tersebut secara jelas dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2010 tentang perubahan PP Nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. Dalam pasal 60 ayat 2 butir d disebutkan, masyarakat menjadi salah satu organ yang menyelenggarakan pendidikan anak usia dini jalur formal, pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi dilakukan melalui badan hukum yang berbentuk yayasan, perkumpulan, atau badan lain sejenis.

Badan hukum tersebut bersifat sosial atau tidak mencari keuntungan (nonprofit). Hal ini tentu berbeda dengan status badan hukum yang dimiliki perseroan, yaitu berstatus badan hukum yang mencari keuntungan (profit).

Untuk itu, perseroan terbatas perlu membentuk badan sendiri yang secara khusus bertugas menyelenggarakan kegiatan pendidikan, baik pembukaan sekolah formal maupun pelatihan-pelatihan.

Comments are closed.