Skip to main content

Surat Keterangan Hak Waris oleh Notaris

Salah satu wewenang Notaris adalah terkait pembuatan keterangan hak waris. Keterangan hak waris berupa surat atau akta otentik ini diperlukan bagi ahli waris jika ingin mengambil harta dari pewaris yang telah meninggal dunia. Sebagai contoh, jika ahli waris ingin mengambil dana pewaris yang sudah meninggal dunia di bank, maka ahli waris harus menunjukkan keterangan hak warisnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Departemen Dalam Negeri Direktorat Pendaftaran Tanah No.DPT/12/63/12/69 juncto pasal 111 ayat 1 C poin4 Peraturan Menteri Agraria Nomor 3 Tahun 1997, pembuatan surat keterangan hak waris ini terbagi menjadi tiga yang disesuaikan dengan penggolongan penduduk.

Pertama, jika ahli waris merupakan penduduk pribumi, keterangan waris cukup dibuat di bawah tangan, dengan disaksikan dan dikuatkan oleh Lurah dan Camat.

Surat Keterangan Hak Waris oleh NotarisUntuk penduduk keturunan Eropa dan Tionghoa, keterangan waris dibuat di hadapan Notaris berupa akta. Ketiga, jika penduduk bersangkutan keturunan Timur Asing (India dan Timur Tengah), maka keterangan warisnya dibuat oleh Balai Harta Peninggalan (BHP).

Dari SK dan Permen, dijelaskan bahwa Notaris memiliki kewenangan dalam membuat Akta Keterangan Hak Mewarisi untuk hak waris keturunan Eropa dan Tionghoa. Berbeda dengan surat keterangan waris bagi penduduk pribumi yang cukup dibuat di bawah tangan dengan disaksikan Lurah dan Camat, maka untuk warga negara keturunan Eropa dan Tionghoa berupa akta otentik yang dibuat oleh Notaris.

Sebelum dilakukan pembuatan akta oleh Notaris, hak waris terlebih dahulu mengecek wasiat ke Pusat Daftar Wasiat di Kementerian Hukum dan HAM RI. Setelah itu baru mendatangi kantor Notaris untuk dilakukan pembuatan akta.

Beberapa catatan yang harus diperhatikan adalah, Notaris tidak diperkenankan membuat akta terkait keterangan mewarisi untuk penduduk pribumi atau di luar keturunan Eropa dan Tionghoa.

Catatan lain yang harus diperhatikan adalah, bagaimana jika ditemukan kasus pasangan ahli waris dimana suaminya merupakan keturunan Tionghoa dan istrinya penduduk pribumi. Pada dasarnya, pembuatan keterangan hak waris dibuat sesuai dengan kondisi ahli warisnya. Jika keterangan waris dibuat untuk suaminya, maka prosedur pembuatan dilakukan oleh Notaris. Sementara jika dibuat untuk istrinya, maka cukup dibuat di tingkat kelurahan dan kecamatan.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *