Kewenangan Wilayah Kerja Notaris

Kewenangan Wilayah Kerja NotarisKewenangan Wilayah Kerja Notaris

Toha adalah seorang pengusaha muda. Pria asli Banda Aceh ini memiliki usaha penggilingan kopi di Ulee Kareng. Karena semakin lama usaha kecil-kecilannya semakin sukses dan mampu membuka lapangan kerja besar-besaran, terbesit keinginan Toha untuk mengubah usahanya ini menjadi berbentuk Perseroan Terbatas.

Salah satu persyaratan mendirikan PT adalah memiliki akta otentik yang dibuat oleh Notaris. Kebetulan, Toha tengah berada di Semarang untuk membuka kedai kopi di sana. Di Semarang, Toha rupanya tinggal agak lama, sekitar 3 bulan lebih. Hal ini disebabkan banyak aktivitas yang harus dilakukan Toha di Semarang.

Praktis niat untuk mendirikan PT sendiri membutuhkan waktu yang lama. Tidak mau ambil pusing, Toha mendatangi kantor Notaris di Semarang. Ia bertanya, apakah seorang Notaris dapat membuat akta otentik terkait perizinan pembuatan PT di Banda Aceh.

Setelah ditanyakan lebih lanjut, Notaris di Semarang tidak bisa melakukan perbuatan hukum bukan di wilayah kerjanya. Hal ini juga telah disinggung oleh Undang-undang Jabatan Notaris. Dengan demikian, Toha seharusnya meminta bantuan Notaris di wilayah kerja di Banda Aceh

Dalam UUJN, disebutkan bahwa wilayah kewenangan kerja seorang Notaris terbatas hanya di satu provinsi. Jika Notaris yang ditanya Toha berdomisili di Semarang, maka wewenang wilayah kerja Notaris tersebut ada di seluruh kota di Provinsi Jawa Tengah.

Namun, Notaris tetap berwenang membuat akta otentik dengan syarat para pihak yang berkepentingan dalam pembuatan akta bisa bertemu dan berhadapan langsung dengan Notaris yang bersangkutan.

Dalam kasus Toha, Selama ada persetujuan dari Toha maupun seluruh pihak yang berkepentingan dalam pembuatan akta mau bertemu dan berhadapan dengan Notaris, maka Notaris di Semarang memiliki kewenangan dalam membuat aktanya.

Comments are closed.