Skip to main content

Fungsi Akta bagi Para Pihak

Fungsi Akta bagi Para pihakDengan dibuatnya akta, tidak semata-mata tanpa tujuan, namun memiliki beberapa fungsi yang harus diperhatikan. Tahukah Anda bahwa akta mempunyai 2 fungsi?

Yaitu fungsi formil atau bisa disebut formalitas causa dan fungsi sebagai alat bukti atau probationis causa.

Apa arti dari kedua fungsi tersebut? Berikut penjelasannya.
1. Akta sebagai fungsi formil artinya suatu perbuatan hukum akan menjadi lebih lengkap apabila dibuat suatu akta. Perbuatan hukum yang disebutkan dalam Pasal 1767 KUHPerdata mengenai perjanjian hutang piutang adalah contoh dari perbuatan hukum yang harus dituangkan dalam bentuk akta sebagai syarat formil. Minimalnya disyaratkan adanya akta bawah tangan.

2. Fungsi akta lainnya yang mendasar dan penting ialah akta menjadi alat pembuktian yg sempurna untuk kedua belah pihak juga untuk ahli warisnya serta orang yang mendapat hak darinya tentang yang dimuat dalam akta tersebut (Pasal 1870 KUHPerdata, Pasal 285 RBg, dan vide Pasal 165 HIR).

Dengan penjelasan fungsi di atas, dapat disimpulkan bahwa akta memiliki fungsi yang dapat mengikat orang yang bersangkutan dengan perbuatan hukum yaitu kepemilikan atas akta. Sehingga apabila suatu hari nanti terjadi perselisihan yang mempermasalahkan akta tersebut, pihak yang memiliki hak mampu membuktikannya dengan akta otentik yang telah memiliki fungsi formil maupun fungsi akta sebagai alat bukti. Pihak yang memiliki hak atas akta dan terbukti kebenarannya, akan memenangkan perselisihan tersebut.

You may also like