Cara Membuat Akta Pendirian Usaha

 

Akta pendirian usaha usaha memiliki beberapa manfaat penting untuk kelancaran usaha yang didirikan. Akta ini akan membuat Anda memiliki usaha yang dijamin oleh hukum yang di negara Indonesia. Akta pendirian usaha ini berisi profil serta hal yang berkaitan dengan perusahaan dengan bantuan dari notaris serta saksi yang ada.  Dalam akta juga tercantum sejumlah data berisi nama dan bentuk perusahaan Anda, nama pendiri usaha, alamat pendiri usaha, tanggal pendirian usaha, besarnya modal yang dikeluarkan, tujuan pendirian usaha, kepengurusan serta anggota perusahaan, dan informasi lainnya.

Akta pendirian usaha ini memiliki beberapa tujuan, salah satunya untuk memberikan kejelasan status kepemilikan perusahaan guna menghindari hal – hal yang tidak diinginkan, seperti perselisihan saat menjual sejumlah saham. Tujuan yang lain adalah untuk menghindari perselisihan mengenai pembagian keuntungan serta proporsi keuangan serta yang lainnya. Akta jenis ini berupa dokumen yang akan diberikan legalitas oleh Notaris yang berada pada wilayah perusahaan tersebut. Lalu bagaimana cara pembuatan akta yang satu ini?

  1. Mencamtumkan Nama Pendiri

Anda harus mencantumkan nama dari pemegang saham maupun orang yang berkewajiban mengurus perusahaan seperti komisaris dan direktur. Minimal menyebutkan dua orang. Anda bisa secara langsung mendatangi Notaris yang berada di wilayah Anda. Namun Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen seperti fotokopi KTP pendiri perusahaan, serta Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk perorangan.

  1. Menyampaikan Beberapa Hal ke Notaris

Anda bisa menjelaskan maksud Anda dalam pembuatan akta ini kepada Notaris setelah dokumen tadi sudah disiapkan. Yang perlu Anda sebutkan kepada Notaris adalah nama pemilik saham perusahaan, nama pengurus perusahaan yang berisi nama komisaris maupun direktur. Kemudian sampaikan maksud atau tujuan perusahaan tersebut didirikan serta beri penjelasan detail tentang bidang usaha yang dijalankan, juga komposisi kepemilikan saham juga perlu dijelaskan. Setelah itu pemegang saham yang memiliki saham dari perusahaan tersebut harus melakukan tanda tangan pada akta agar nantinya sah.

  1. Pengesahan Akta

Setelah hal mendasar seperti yang telah disebutkan sudah terpenuhi, maka dari pihak Notaris akan mengurus pengesahan akta tersebut, misal pada perusahaan bentuk PT akan dibawa ke KEMENKUMHAM. Oleh karena itu, untuk mengurus hal ini setidaknya dibutuhkan waktu beberapa hari. Pengesahan akta ini bisa digunakan dalam mengurus sejumlah dokumen lain seperti Tanda Daftar Perusahaan (TDP) serta Surat Ijin Perusahaan Perdagangan (SIUP), dan sebagainya.

  1. Menunggu Surat Pengesahan

Setelah pengesahan akta, maka selanjutnya adalah Anda perlu menunggu beberapa hari surat pengesahan pendirian usaha milik Anda yang nantinya dikeluarkan oleh KEMENKUMHAM.

Comments are closed.