Tata Cara Penggabungan Yayasan

Yayasan merupakan salah satu lembaga hukum yang membawahi banyak kegiatan, namun terkhususkan pada beberapa bidang saja seperti bidang kemanusiaan, bidang keagamaan dan juga bidang sosial saja. Berbicara mengenai yayasan ada beberapa pertanyaan dari pendiri yayasan yang berharap dapat membangun atau menggabungkan beberapa yayasan. Apakah hal tersebut bisa dilakukan ?

  1. Penggabungan yayasan bisa saja dilakukan dengan cara menyusun usul rencana penggabungannya oleh para pengurus, dengan masing-masing Yayasan pasal 27 ayat 1 PP No 63 tahun 2008. Dimana uu ini mengatur mengenai pelaksanaan undang-undang yayasan.
  2. Usul rencana penggabungan yang bisa dilakukan sebagaimana dimaksudkan pada ayat 1 memuat sekurang-kurangnya hal :
  3. Keterangan mengenai nama yayasan serta tempat kedudukan yayasan yang akan melakukan penggabungan, harus detail dan jangan ada kesalahan
  4. Keterangan dari masing-masing yayasan yang akan melakukan penggabungan. Hal ini untuk menghindari adanya masalah atau pemaksaan sebelah pihak saja.
  5. Ikhtisar laporan keuangan dari yayasan untuk didadakannya penggabungan
  6. Keterangan mengenai kegiatan utama dari yayasan A dan yayasan B yang akan digabungkan dan dilaporkannya perubahan jika terjadi selama tahun buku yang sedang berjalan (misalnya sekarang maka 2018)
  7. Masalah yang terjadi selama tahun berjalan saja
  8. Cara penyelesaian atau solusi, pelaksanaan harian, pelaksanaan kegiatan serta jika adanya karyawan yayasan yang mungkin akan menggabungkan diri
  9. Adanya perkiraan jangka waktu pelaksanaan penggabungan dengan detail dan jelas.
  10. Adanya rancangan yang jelas dari kedua yayasan yang akan digabung, mengingat masalah uang akan sangat sensitif meskipun anda adalah yayasan non profit. (Pasal 27 ayat (2) PP Nomor 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Undang-undang  Yayasan)

Selanjutnya adalah rencana penggabungan yayasan dimana hal yang dimaksud dalam pasal 27 merupakan bahan penyusunan rancangan akta penggabungan yang bisa diajukan oleh pengurus yayasan yang akan melakukan penggabungan. Dimana hal ini juga sudah tercatat di (Pasal 28 ayat (1) PP Nomor 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Undang-undang  Yayasan).

Adanya rancangan akta penggabungan dilakukan sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 haruslah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak mulai dari pembina yayasan sampai ke anggota yayasan, diutamakan pembina dan ketua yayasan. (Pasal 28 ayat (2) PP Nomor 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Undang-undang Yayasan) .

Rancangan akta yang dilakukan dimaksud pada ayat 2 dituangkan dalam akta penggabungan yang bisa dibuat di hadapan notaris. Anda bisa membuatnya di notaris cimahi, dengan berkas yang tentu legal dan akan dibantu kepengurusannya hingga akhir.

Jika anda ingin melakukan penggabungan yayasan tidak akan diikuti perubahan anggaran dasar untuk itu pengurus yayasan yang menerima penggabungan wajib menyampaikan akta penggabungannya secara terbuka, berdasarkan peraturan Menteri (Pasal 29 ayat (1) PP Nomor 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Undang-undang  Yayasan).

Jika melakukan penggabungan dan sudah diajukan maka penggabungan bisa dihitung mulai dari tanggal penandatanganan akta Penggabungan atau tanggal yang ditentukan dalam akta Penggabungan (Pasal 29 ayat (2) PP Nomor 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Undang-undang  Yayasan).

Tanggal yang ditentukan dalam akta Penggabungan sesuai dengan ayat (2) harus lebih akhir dari tanggal akta Penggabungan dan ketentuan ini mengacu pada (Pasal 29 ayat (3) PP Nomor 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Undang-undang Yayasan).

 

Comments are closed.