Skip to main content

Prosedur Pendirian Yayasan Masjid

Masjid bisa menggunakan jalur yayasan jika memang menerima dana dan mengelola dana. Selain itu ada beberapa masjid yang sengaja mencari dana khusus untuk memudahkan program mereka. Misalnya saja ada sebuah masjid besar yang mencoba menaikan status masjid menjadi yayasan, mengingat mereka memiliki program buka puasa bersama untuk kaum dhuafa. Dari profit yayasanlah bisa didapatkan dana tersebut, mengingat jika mengandalkan donatur maka tidak pasti.

Yayasan masjid bisa didirkan dengan acuan beberapa dasar hukum, diantaranya :

  1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasansebagaimana diubah denganUndang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan;
  2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerahsebagaimana yang telah diubah terakhir oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Prosedur Pendirian

Selain dari beberapa dasar hukum berikut ini prosedur pendirian yayasan yang serupa dengan yayasan pada umumnya, dimana yayasan masjid hanya diminta beberapa syarat khusus saja karena terkait keagamaan.

  1. Pertama, anda harus merumuskan nama yayasan, bisa menggunakan nama masjid namun anda tidak boleh menyiapkan satu nama saja, namun harus menyiapkan 3 nama. Selain itu anda juga harus bersiap jika nama yang sudah dibuat ternyata ditolak oleh Departemen Hukum dan HAM. Tidak seperti pengecekan nama perusahaan yayasan dilakukan dengan cara manual.
  2. Jika pengecekan nama memakan waktu 3 minggu, maka anda harus siap menunggu sembari menyiapkan nama untuk yayasan masjid lainnya.
  3. Selanjutnya adalah tentukan bidang apa yang akan anda geluti, dalam hal ini jelas keagamaan.
  4. Selanjutnya siapkan beberapa berkas seperti fotokopi KTP pendiri, nama pembina, ketua, sekretaris, bendahara, dan pengawas yayasan. Umumnya, rapat pembina yayasan menentukan siapa yang jadi ketua, sekretaris, bendahara dan pengawas.
  5. Untuk masjid yang didirikan pribadi maka dibutuhkan data pribadi pemilik masjid, namun jika sudah dibuat dan dilakukan oleh organisasinya terutama tim DKM, maka akan lebih mudah
  6. Tentukan kekayaan awal dan program masjid apa yang akan digalakan.
  7. Anda bisa datang ke notaris yang berpengalaman seperti kami dengan menyiapkan beberapa berkas yakni :
  1. Nama Yayasan
  2. Fotocopy KTP pendiri, Pembina, ketua, sekretaris, bendahara, dan pengawas
  3. NPWP pendiri, Pembina, ketua, sekretaris, bendahara, dan pengawas
  4. Dokumen-dokumen di atas dibutuhkan untuk mendirikan yayasan.
  5. Pendirian IMB masjid

Untuk masjid sendiri ada beberapa program yang biasanya bisa digalakan yakni program hibah yang bisa berbentuk barang ataupun uang. Kemudian program zakat yang banyak dibuka setiap hari dan juga khusus idul fitri. Kemudian program seperti zakat penghasilan yang bisa dilakukan setiap saat dan nantinya akan disalurkan.

Khusus untuk masjid ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, diantaranya adalah :

  • Untuk yayasan yang mempunyai kekayaan awal dari pendirinya haruslah atau wajib dipisahkan, terdiri dari:
  • uang tunai sejumlah Rp. 15.000.000,- (lima belas juta Rupiah), namun bisa juga lebih tergantung kepemilikan. Namun anda tetap harus mendatanya
  • Selain kekayaan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, kekayaan Yayasan dapat juga diperoleh dari:
  1. sumbangan atau bantuan yang tidak boleh mengikat
  2. wakaf
  3. hibah
  4. wasiat dan
  5. perolehan lain yang jelas tidak akan bertentangan dengan Anggaran Dasar Yayasan, peraturan pemerintah dan tentunya peraturan Ekonomi Islam karena hal ini membicarakan mengenai yayasan masjid.

You may also like