Modal Pendirian Yayasan

Yayasan merupakan lembaga hukum yang cukup banyak didirikan di Indonesia, namun lembaga hukum yang juga sensitif membahas mengenai keuangan dan modal. Untuk itu banyak orang yang salah kaprah mengenai modal terutama ketika pendirian. Beberapa permasalahan hukum biasanya menyebut status yayasan ada yang yayasan nasional, Yayasan yang ”mengandung unsur asing” dan Yayasan ”asing”.

Jika anda harus telaah perbedaan antara unsur asing dengan yayasan nasional adalah bagian pendiriannya. Yayasan non asing merupakan yayasan yang didirikan oleh Warga Negara Indonesia ( Yayasan nasional ) (pasal 26 PP), sedangkan Yayasan yang mengandung unsur asing tidak perlu bermitra dengan Yayasan nasional dan berhak melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan.

Dalam pasal 6 PP 63/2008 ditentukan bahwa minimal kekayaan awal dari Yayasan yang harus disediakan oleh pendiri Yayasan yakni :

  • Apabila Yayasan didirikan oleh Orang Indonesia ( perorangan atau badan hukum ) maka harus dipisahkan dari harta kekayaan pribadi pendiri sebesar minimal Rp.10.000.000,- dan tidak boleh kurang
  • Apabila Yayasan didirikan oleh Orang Asing atau Orang Asing bersama Orang Indonesia, maka harus dipisahkan dari harta kekayaan pribadi pendiri sebesar minimal Rp.100.000.000,- dan tidak boleh kurang.

Selain itu anda juga dilarang untuk memberikan seperti upah, gaji ataupun honorarium sebuah yayasan. Mengingat sebuah yayasan bersifat sosial, kemanusiaan dan keagamaan. Selain itu yayasan dilarang membagikan hasil kegiatan usahanya kepada Pembina, Pengurus dan Pengawas. (pasal 3 ayat 2 UU16/2001).

Selain gaji, upah atau honor seperti halnya biaya perjalanan dinas, penginapan, pemeliharaan dan service kendaraan nantinya boleh diminta ke yayasan untuk penggantian urusan yayasan. Jika anda menggunakan uang pribadi di awal dan meminta menggantinya maka diperbolehkan dalam uang hukum. Nantinya laporan keuangan akan masuk dan tetap dilaporkan pada lembaga hukum terkait yang menangani masalah yayasan dan bagaimana yayasan anda berjalan.

Selain yang sudah dibahas mengenai modal awal pendirian yayasan, ada beberapa hal yang bisa anda atur. Terutama jika anda ingin mendirikan yayasan bersama dengan orang asing maka akan ada beberapa syarat khusus.

Dijelaskan dalam pasal 10 s/d pasal 14 dan peraturan keimigrasian serta peraturan ketenagakerjaan ( penjelasan pasal 10 PP ).

  • Orang asing /pendiri memisahkan minimal senilai Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) untuk modal awal yayasan;
  • Menyatakan harta kekayaan tersebut berasal dari harta yang sah dan tidak bermasalah kedepannya
  • Menyatakan bahwa kegiatan yayasan tidak akan merugikan baik masyarakat, bangsa dan negara Indonesia, mengingat pendiri yayasan merupakan warga asing
  • Salah seorang pengurus Yayasan wajib dijabat oleh orang Indonesia;
  • Anggota Pengurus diwajibkan bertempat tinggal di Indonesia
  • Anggota Pengurus asing wajib yang ditugaskan sebagai pemegang izin berdirinya Yayasan merupakan warga negara taat dengan dokumen dan administrasi yang lengkap. Selain itu mereka memiliki izin kerja, izin melakukan penelitian, izin belajar, izin melakukan kegiatan keagamaan, izin usaha sesuai UU Penanaman Modal (penjelasan pasal 12 PP )]dan juga pemegang Kartu Izin Tinggal Sementara

Modal dan penjelasan berbagai kebutuhan diatas sudah, selanjutnya adalah membahas mengenai prosedur dimana anda harus melengkapi semua syarat yang diberikan dan tertera pada Surat Edaran Dirjen Administrasi Hukum Umum nomor C-HT.01.10-21 tanggal 4 Nopember 2002 juncto Surat nomor : C-HT.01.10-07 tanggal 5 Mei 2003 perihal pengesahan dan persetujuan perubahan Anggaran Dasar Yayasan. Jadi secara praktis sebaiknya dilengkapi semuanya termasuk biaya PNBP dan biaya Pengumuman TBNRI jika ingin yayasan yang anda rencanakan dan dirikan sukses.

Comments are closed.