Skip to main content

Syarat dan Prosedur Pembuatan Waarmerking

Pengertian Waarmerking

Pengertian Waarmerking

Pengertian WaarmerkingWaarmerking adalah salah satu kewenangan seorang Notaris dalam membukukan surat di bawah tangan dengan mendaftarkannya dalam buku khusus yang disebut Buku Pendaftaran Surat Di Bawah Tangan. Kewenangan ini dapat disebut juga sebagai “Register” surat yang bersangkutan.

Bagi Anda yang pernah berhubungan dengan Notaris dalam penandatanganan surat perjanjian pasti sudah tidak asing lagi dengan kata Legalisasi Notaris dan “Waarmerking. Warmeerking adalah salah satu proses yang sering dilakukan dalam pembuatan surat yang melibatkan Notaris di dalamnya.

Tapi bagi Anda yang belum mengetahui waarmerking, pasti akan muncul pertanyaan seperti ini :

  • Apa itu waarmerking?

  • Apa saja syarat dan prosedur dalam pembuatan waarmerking?

  • Apa saja macam-macam waarmerking?

Tidak perlu risau, bagi Anda yang belum mengetahui dengan jelas mengenai waarmerking ataupun yang belum tahu sama sekali, berikut dijelaskan mengenai waarmerking.

Dasar Hukum Pembuatan Waarmerking

Dalam kewenangannya untuk pembuatan waarmerking, Notaris berlandaskan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014, Pasal 15 Ayat (2) Huruf B, yang berbunyi sebagai berikut,.

“Membukukan surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus”.

Dengan landasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa waarmerking adalah salah satu kewenangan penting yang dilakukan oleh Notaris.

Syarat Pembuatan Waarmerking

Syarat Pembuatan WaarmerkingPembuatan Waarmerking biasanya dilakukan apabila ditandatangani terlebih dahulu oleh para pihak yang bersangkutan yang tentunya Warga Negara Indonesia, baru disampaikan kepada Notaris. Lalu apa saja prosedur dalam pembuatan waarmerking? Simak poin berikutnya.

Prosedur Pembuatan Waarmerking

Prosedur Pembuatan WaarmerkingPihak yang telah menandatangi suratnya, baik sehari maupun seminggu sebelumnya, membawa surat tersebut ke Notaris untuk didaftarkan ke dalam Buku Pendaftaran Di Bawah Tangan. Fungsinya adalah agar ada pihak lain yang mengetahui adanya perjanjian atau kesepakatan selain pihak yang bersangkutan. Hal ini dilakukan untuk meniadakan atau setidaknya meminimalisir penyangkalan dari salah satu pihak.

Contoh Waarmerking

Contoh waarmerking

Pertanggungjawaban Notaris hanya sebatas pada membenarkan bahwa pihak-pihak telah membuat kesepakatan  atau perjanjian pada tanggal yang dimuat dalam surat yang telahdidaftarkan pada Buku Pendaftaran Surat di Bawah Tangan.

Hak Para Pihak dalam Pembuatan Waarmerking

Notaris berhak memberikan penyaksian pembenaran bahwa adanya surat perjanjian atau kesepakatan tersebut. Namun, Notaris tidak bertanggung jawab mengenai isi dari surat perjanjian karena pihak yang bersangkutanlah yang membuatnya sendiri.

Maka jika suatu saat terjadi sengketa mengenai isi dari perjanjian tersebut, tidak dibenarkan jika Notaris menjadi pihak yang salah karena kewenangannya mendaftarkan saja.

Jika Anda ingin membuat agar surat lebih kuat lagi, maka Anda harus melakukan legalisasi. Namun jelas, terdapat prosedur dan dokumen tertentu sebagai kelengkapannya.

Kewajiban Para Pihak dalam Pembuatan Waarmerking

Pihak yang membuat surat wajib membuat surat dengan sebenar-benarnya agar suatu saat nanti tidak terdapat persengketaan dengan pihak lain. Di sini, Notaris berkewajiban mensahkan surat dan mendaftarkannya dalam buku khusus yang sudah dijelaskan poin-poin sebelumnya.

Larangan dalam Pembuatan Waarmerking

Dalam pembuatan waarmerking dilarang yang bersangkutan membuat perjanjian atau pernyataan kepemilikan yang palsu. Dilarang juga mengaku sebagi warga Negara Indonesia, padahal ternyata orang asing. Apabila di suatu hari ditemukan bukti hal-hal melanggar seperti itu, surat tersebut akan dibatalkan kesahannya.

Akibat Hukum Pembuatan Waarmerking

Surat yang telah diserahkan kepada Notaris untuk pembuatan waarmerking akan tercatat secara hukum.

Sehingga apabila terjadi persengketaan dapat dijadikaan sebagai alat bukti, namun tidak menjamin mengenai isinya diperkenankan oleh hukum, yang menandatangani memang orang yang bersangkutan, atau mengenai tanggal penandatanganan surat tersebut. Waarmerking hanya penegasan mengenai tanggal surat tersebut diwaarmerking atau didaftarkan.

Macam-Macam Waarmerking

Banyak surat yang dapat dilakukan waarmerking, seperti surat perjanjian kerja, surat di bawah tangan, dan surat kerjasama lainnya. Perlu ditegaskan lagi, jika Notaris hanya mendaftarkan, tidak ada sangkut pautnya dengan isi surat tersebut.

Bagaimana sudah mengertikan apa itu waarmerking dan apa saja penjelasannya? Bagi Anda yang akan mengurus surat di bawah tangan atau perjanjian, dapat menghubungi Notaris seperti prosedur di atas.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *