Apakah Perkumpulan dan Perhimpunan Sama?

Sebelum mengetahui apakah perkumpulan dan perhimpunan itu sama, perhatikan keterangan berikut ini.

  1. Buku “Badan Hukum” Hal. 119 karangan Chidir Ali

Perkumpulan atau perhimpunan berasal dari bahasa Belanda kata ‘vereniging’. Dalam perkumpulan atau perhimpunan ini beberapa orang yang ingin mencapai suatu tujuan dengan tidak mencari keuntungan (dalam bidang non-ekonomis) sudah bersepakat mengadakan kerja sama yang dinamakan “reglemen” atau “statuten” atau “anggaran dasar”.

  1. Bahasa Indonesia

Perkumpulan sering disebut perhimpunan, ikatan, perikatan, kesatuan, persatuan, serikat, dan lain sebagainya.

Dari dua keterangan di atas, dapat disimpulkan jika perkumpulan dan perhimpunan merupakan satu hal yang sama. Perkumpulan ini terdapat dua macam yang memiliki dasar pengaturan yang berbeda sebagai berikut.

  1. Perkumpulan tidak berbadan hukum (perkumpulan biasa) tunduk pada UU Ormas (UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Masyarakat).
  2. Perkumpulan berbadan hukum merujuk pada :
  3. Staatsblad No. 1870 No.64
  4. Staatsblad 1939 No. 570
  5. Staatsblad 1942 N0. 13 jo No. 14

Jadi, walaupun sama-sama masih perkumpulan, perkumpulan tidak berbadan hukum dan yang berbadan hukum memiliki dasar hukum yang berbeda seperti yang tekah dijelaskan di atas. Serta tambahan mengenai peraturan pelaksana UU Ormas sudah ada peraturan pelaksananya yaitu Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1986 mengenai Pelaksanaan UU No. 8 Tahun 1985 mengenai Organisasi kemasyarakatan.

Apakah Perkumpulan dan Perhimpunan Sama?

Dalam kehidupan sehari-hari, bertemu dengan teman atau orang-orang yang memiliki aktivitas, pikiran, maupun hobi yang sama sangatlah mengasyikkan. Kita bisa saling bertukar pikiran dan bahkan tidak jarang mendapat pengetahuan baru.  Semakin banyak kita bertemu dan berkomunikasi, semakin banyak pula wawasan yang kita dapat.

Beberapa orang pun kerap membentuk perkumpulan/perhimpunan tertentu untuk mengakomodasi kesamaan tersebut. Kelompok-kelompok tersebut kemudian menamakan diri dengan identitas yang beragam, mulai dari organisasi, komunitas, tim, klub, forum, kelompok, paguyuban, asosiasi, aliansi, dan lain sebagainya.

Beragamnya aktivitas melahirkan perkumpulan yang beragam pula, seperti perkumpulan penyuka otomotif, pencinta alam, penyuka olahraga/hobi tertentu, perkumpulan alumni, perkumpulan keilmuan tertentu, dan masih banyak lagi.

Nah, apakah perkumpulan dan perhimpunan memiliki perbedaan? Secara dasar, hampir tidak ada perbedaan yang signifikan antara perkumpulan atau perhimpunan. Intinya, perkumpulan atau perhimpunan merupakan wadah bagi orang-orang yang berideologi sama, beraktivitas sama, hingga memiliki tujuan sama untuk melakukan aktivitas atau mencapai tujuan tertentu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) juga disebutkan, “perkumpulan” memiliki arti sebagai perhimpunan (tentang organisasi dan sebagainya). Sementara lema “perhimpunan” memiliki arti hal berhimpun orang, negara, dan lain sebagainya dalam suatu ikatan resmi.

Mengapa perkumpulan/perhimpunan diartikan sebagai kumpulan orang dalam ikatan resmi? Ini didasarkan bahwa Pemerintah telah mengidentifikasi jenis perkumpulan/perhimpunan berdasarkan legalitasnya.

Dua jenis perkumpulan tersebut, yaitu:

  1. Perkumpulan biasa yang tidak berbadan hukum; dan
  2. Perkumpulan berbadan hukum.

Setiap orang berhak untuk mendirikan perkumpulan dan menentukan jenis perkumpulan yang diinginkan. Yang jelas, perkumpulan yang didirikan harus memberikan nilai positif dan tidak bertentangan dengan hukum.

Comments are closed.