Perbedaan  CV dan PT (Perseroan Terbatas)

Terdapat beberapa perbedaan antara Perseroan Komanditer (CV) dengan Perseroan Terbatas (PT), dan beberapa perbedaan di bawah ini yang biasanya digunakan oleh pengusaha di Indonesia untuk mempertimbangkan bentuk badan usaha mana yang akan dipilih sebagai wadah dlam melaksanakan kegiatan usahanya, diantaranya adalah :

Perbedaan  CV dan PT (Perseroan Terbatas)

9 Perbedaan  CV dan PT

  1. Bentuk Perusahaan

CV adalah suatu badan usaha dan bukan merupakan badan hukum dimana resiko usaha terhadap Pihak Ketiga sepenuhnya ditanggung oleh Sekutu Komplementer (Sekutu Aktif) selaku pengurus, sementara Sekutu Komanditer (Sekutu Pasif) hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disetorkan ke dalam Persekutuan.

PT merupakan badan hukum, PT sebagai badan hukum hal ini bermakna bahwa PT adalah subyek hukum, dimana perseroan sebagai pendukung kewajiban dan hak tertentu. , PT mempunyai kekayaan tersendiri yang terpisah dari kekayaan pribadi para pendiri maupun pengurusnya.

  1. Dasar Hukum Pendirian

pendirian CV tidak ada Undang-undang atau peraturan yang secara khusus mengatur tentang Pendirian Persekutuan Komanditer, hanya mengacu pada ketentuan yang terdapat dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD)

Pendirian PT harus sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, berdasar ketentuan dalam UUPT diatur secara jelas mengenai pendirian PT.

  1. Pendiri Perusahaan

Pendiri CV minimal 2 orang yaitu Sekutu Komplementer (Sekutu Aktif) dan Sekutu Komanditer (Sekutu Pasif), dengan status  kewarganegaraan sebagai Warga Negara Indonesia.

Pendirian PT minimal dilakukan oleh 2 orang, karena pada dasarnya sebagai badan hukum PT didirikan berdasarkan perjanjian, Pendiri PT bisa orang perseorangan,WNI atau WNA bahkan badan hukum indonesia maupun badan hukum asing dapat menjadi pendiri untuk PT umumnya  dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA).

  1. Nama Perusahaan

Tidak ada Undang-Undang atau peraturan yang secara khusus  mengatur tentang pemakaian nama Persekutuan Komanditer, sehingga kesamaan atau kemiripan nama Persekutuan diperbolehkan.

pemakaian nama PT diatur dalam Pasal 16 UUPT, dimana nama Perseroan harus didahulukan dengan frase “PERSEROAN TERBATAS” atau disingkat “PT”, nama PT tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan, nama  PT tidak boleh sama atau mirip dengan nama lembaga internasional, lembaga pemerintah, lembaga negara, kecuali mendapat izin dari yang bersangkutan, nama perseroan tidak sesuai dengan maksud dan tujuan, nama perseroan tidak boleh sama atau mirip dengan nama PT yang sudah ada  NKRI.

  1. Modal dan Saham Perusahaan

Didalam Akta Pendirian CV tidak disebutkan besarnya modal dasar, modal ditempatkan atau modal disetor. Besarnya penyetoran modal ditentukan dan dicatat sendiri secara terpisah oleh para pendiri. Bukti penyetoran modal oleh para pendiri dalam CV yang terdiri dari Sekutu  Komplementer (Sekutu Aktif) dan Sekutu Komanditer (Sekutu Pasif) dapat dibuat suatu perjanjian tersendiri yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Modal PT ditegaskan pada Pasal 31 ayat (1) UUPT, bahwa modal dasar perseroan terdiri atas seluruh nilai nominal saham. Karena pada dasarnya PT terdiri dari sero-sero saham, dan saham perseroan dikeluarkan atas nama pemiliknya.

  1. Kepemilikan Saham

CV “atas saham” terdapat 2 bentuk kepemilikan saham oleh Sekutu Komanditer (Sekutu Pasif) yaitu saham “atas unjuk” dengan ketentuan  Sekutu Komanditer membayar saham penuh secara tunai, dan saham “atas nama” dengan ketentuan Sekutu Komanditer tidak membayar  penuh saham secara tunai.

Saham PT dikeluarkan hanya atas nama pemiliknya dapat diartikan bahwa perseroan hanya diperkenankan mengeluarkan saham “atas nama” pemiliknya, dan Perseroan tidak diperkenankan mengeluarkan saham “atas unjuk”. Oleh karena saham atau sero merupakan bagian dari harta kekayaan Perseroan yang dimiliki pemegang saham dalam saham atas nama, maka semua saham yang dimiliki para pemegang saham tertulis atas nama pemegang saham yang bersangkutan.

  1. Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha

. CV memiliki keterbatasan dalam melaksanakan kegiatan usaha, karena beberapa bidang usaha harus berbentuk PT berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku.

Sedangkan PT hampir dapat melakukan semua kegiatan usaha sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan, dan disesuaikan dengan jenis  perseroan tersebut

  1. Pengurus Perusahaan

Pada CV, sekutu Komplementer merupakan sekutu pengurus yang bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kegiatan CV, termasuk kerugian yang harus ditanggung terhadap pihak ketiga sampai harta pribadi,

Terdapat Organ Perseroan dalam PT diantaranya Rapat Umum  Pemegang Saham, Direksi dan Dewan Komisaris. Direksi adalah organ yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik didalam maupun di luar pengadilan

  1. Proses Pendirian

pendirian CV  didaftarkan akta pendiriannya kepada Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang berwenang

pendirian PT sah nila telahmendapat Sk dari Menkum HAM.

 

 

Comments are closed.