Pendirian PT Rumah Sakit

Bentuk badan usaha perseroan terbatas bisa digunakan untuk setiap jenis usaha. Bahkan, rumah sakit sekali pun bisa dibentuk menjadi perseroan terbatas.

Ketentuan rumah sakit menjadi perseroan terbatas telah ditetapkan dalam Undang-undang Rumah Sakit Nomor 40 tahun 2009. Dalam Undang-undang tersebut, klasifikasi rumah sakit terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan siapa pendirinya, yaitu pemerintah, pemerintah daerah, dan swasta.

Selanjutnya, jika rumah sakit didirikan oleh swasta maka harus berbentuk badan hukum yang kegiatan usahanya bergerak di bidang perumahsakitan. Dalam UU tersebut juga dikenalkan istilah rumah sakit privat, yaitu rumah sakit yang dikelola oleh badan hukum dengan tujuan mencari provit. Rumah sakit inilah yang ditetapkan berbentuk perseroan terbatas.

Pendirian rumah sakit berbentuk perseroan terbatas prosedurnya tidak jauh berbeda dengan mendirian perseroan terbatas lainnya. Ada sejumlah dokumen yang harus dilengkapi, seperti akta pendirian, izin dari Kementerian Hukum dan HAM, serta sejumlah legalitas lainnya.

Namun, perseroan rumah sakit memerlukan izin lain yang dikeluarkan oleh instansi terkait, seperti izin pengolahan limbah yang meliputi Upaya Kesehatan Lingkungan (UKL), Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal); izin undang-undang gangguan (HO); serta sederet izin operasional lainnya.

Pelaksanaan fungsi sosial pada rumah sakit perseroan juga berbeda dengan rumah sakit lainnya. Hal ini dijelaskan dalam Pasal 3 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 378/1993. Rumah sakit sosial setidaknya harus menyediakan 10% dari tempat tidur kelas III untuk masyarakat kurang mampu.

Jadi meskipun rumah sakit ini bertujuan mencari keuntungan, fungsi sosial yang menjadi dasar dijalankannya aktivitas kerumahsakitan juga tetap dikedepankan.

Comments are closed.