Pendirian Cabang Perseroan Terbatas

Ketika suatu perseroan terbatas bergerak maju dan menghasilkan omzet yang baik, para pimpinan akan terpikir untuk membuka cabang di wilayah lain. Cabang perusahaan didirikan untuk mendukung aktivitas usaha yang dijalankan. Bukan tidak mungkin jika cabang perusahaan ini dibuka hingga di negara lain.

Ada beberapa alasan mengapa pimpinan perusahaan memiliki keputusan untuk membuka cabang perusahaannya. Tingginya permintaan akan produk usaha yang dihasilkan hingga ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen merupakan beberapa alasan pembukaan perusahaan cabang.

Selain itu, bagi perusahaan jasa tertentu, pembukaan cabang di beberapa wilayah akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan jasa yang dijual dari perusahaan itu. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat mengenal dan menggunakan jasa dari perusahaan tersebut.

Pembukaan perseroan cabang setidaknya harus dilegalisasi dengan dibuatnya akta pendirian cabang oleh Notaris. Dalam akta tersebut, pimpinan perseroan yang biasanya dilakukan oleh direktur utama menjelaskan ihwal pembukaan cabang perusahaannya di kota tertentu. Selanjutnya, direktur menunjuk seseorang untuk menjadi pimpinan/kepala cabang di wilayah tersebut.

Penunjukkan kepala cabang merupakan kuasa yang dilakukan direktur utama di hadapan Notaris. Setelah pemberian kuasa tersebut, kepala cabang melalui perusahaannya berhak mengangkat dan memberhentikan pegawai, mengurus keuangan secara mandiri, mengelola surat-surat masuk dan keluar, mengajukan prakualifikasi terhadap mitra perusahaan, melakukan perjanjian, mengurus tagihan, hingga mengajukan atau melawan gugatan.

Akta pendirian cabang PT tersebut dibuat oleh Notaris di wilayah dimana kantor cabang tersebut dibuka. Selanjutnya, kantor cabang juga wajib mengurus beberapa perizinan. Satu hal penting, kantor cabang tidak perlu mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). SIUP kantor cabang menggunakan SIUP kantor pusat.

Beberapa dokumen yang sebaiknya diurus meliputi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Kantor Cabang, hingga Surat Izin Tempat Usaha (SITU).

Comments are closed.