Mengapa Pendirian Perseroan Terbatas Lebih Sulit Dibandingkan Badan Usaha Lainnya?

Ada banyak jenis badan usaha yang bisa didirikan oleh masyarakat dalam mengembangkan bisninya. Mulai dari firma, Comanditaire Venootschap (CV), hingga perseroan terbatas (PT). Ketiga jenis tersebut masing-masing memiliki karakteristik, keunggulan, hingga kelemahan.

Dalam banyak pengalaman di lapangan, banyak pengusaha yang tidak memilih badan usaha berbentuk Perseroan, dan lebih memilih mendirikan CV atau Firma. Ada yang berpendapat, mendirikan perseroan terbatas jauh lebih sulit prosesnya jika dibandingkan dengan mendirikan CV.

Sebenarnya, ada beberapa persamaan terkait langkah untuk mendirikan CV maupun Perseroan Terbatas. Persamaan tersebut yaitu, sama-sama harus membuat akta pendirian oleh Notaris, mendapat pengesahan secara hukum, serta mengurus beberapa dokumen perizinan usaha, hingga mendaftarkan wajib pajak.

Namun, proses untuk mendirikan Perseroan Terbatas memang membutuhkan waktu yang lama. Dari segi pengusulan nama perusahaan, nama PT terlebih dahulu didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan izin sekaligus mengecek apakah nama usaha tersebut sudah terdaftar atau belum.

Langkah tersebut berbeda dengan pendirian CV, dimana tidak perlu mendaftarkan nama ke lembaga apapun. Selanjutnya, pendirian PT wajib memiliki modal awal minimal Rp 50 juta sesuai ketentuan Undang-undang Perseroan Terbatas. Sementara pada CV tidak ada batasan minimal modal yang harus dimiliki.

Perbedaan lainnya, Perseroan Terbatas harus berbadan hukum yang dibuktikan dengan adanya izin dari Kementerian Hukum dan HAM. Terakhir, tentunya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendirikan PT cukup besar.

Tidak heran jika banyak orang yang memilih mendirikan CV dibanding PT. Di balik kesulitan yang dihadapi, tentunya ada manfaat-manfaat yang dimiliki perusahaan berjenis PT jika dibandingkan dengan CV.

Comments are closed.