Akta Pendirian Perseroan Terbatas untuk Usaha Wisata

Menjamurnya usaha-usaha yang bergerak di bidang kepariwisataan merupakan cerminan bahwa usaha ini tengah populer di Indonesia. Hal ini didasarkan semakin meningkatnya potensi sektor kepariwisataan Indonesia. Dari segi ekonomi, sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa tertinggi di Indonesia.

Karena tengah menjadi populer, banyak orang-orang yang membuka usaha di bidang ini. Selain memiliki prospek yang bagus, membuka usaha di bidang travel dan pariwisata diperkirakan tahan terhadap kebangkrutan. Ini didasarkan bahwa perjalanan dan wisata menjadi suatu kebutuhan bagi setiap orang.

Membuka usaha pariwisata berbentuk perseroan terbatas tidak memiliki perbedaan dengan pendirian perseroan di sektor lainnya. Ada syarat-syarat dan kewajiban pengurusan dokumen yang harus dipenuhi. Begitu pula aspek legalitas seperti akta pendirian, izin usaha, dan izin domisili tetap wajib dipenuhi oleh pendiri perusahaan.

Setidaknya ada 73 jenis usaha yang bergerak di bidang kepariwisataan berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata RI Nomor 18 tahun 2016 tentang pendaftaran usaha pariwisata. Dalam peraturan tersebut juga tertuang mengenai standar-standar baku yang harus dipenuhi dalam usaha kepariwisataan.

Untuk akta pendirian PT usaha wisata oleh Notaris, hal penting dalam pembuatan akta ini adalah memastikan bahwa unit usaha di bidang wisata dijelaskan dengan jelas di dalam akta. Akta ini khusus menjelaskan tentang usaha kepariwisataan. Dengan demikian, sedapat mungkin tidak perlu mencantumkan bidang usaha lainnya di luar sektor pariwisata dalam akta tersebut.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa akta pendirian untuk usaha di bidang wisata harus berkaitan dengan usaha pariwisata sendiri. Jadi, jika suatu perusahaan memiliki bidang usaha berbeda di luar usaha wisata, baiknya usaha lain tersebut juga dibuatkan akta pendirian yang berbeda.

Comments are closed.