Syarat Pendirian CV 2018

Meskipun mirip dengan PT, CV memiliki beberapa keunggulan yang berbeda. PT adalah usaha nirlaba dari setidaknya dua mitra yang berbagi tugas manajemen. PT berbagi laba dan memikul tanggung jawab untuk membayar setiap dan semua penilaian, termasuk tindakan yang disengaja dan lalai.  Di sisi lain, CV mengandung setidaknya satu Mitra Umum dan satu pengurus CV. Kadang-kadang disebut “mitra pasif,”  dan tidak memiliki kontrol manajemen dan hak atas properti yang diberikan kepada mitra aktif.

Dengan demikian, tanggung jawab mereka terbatas pada sejauh mana investasi terdaftar mereka. CV menghindari pengenaan pajak ganda. CV tidak dikenakan pajak di tingkat bisnis atau perusahaan dan sebagai gantinya hanya dilaporkan pada pengembalian pajak pribadi mereka. Manfaat pajak dan perlindungan kewajiban CV membuat mereka pilihan menarik bagi calon investor. Meskipun CV diatur di tingkat negara, proses birokrasi pembentukan CV cukup terbakukan. Jika anda tertarik untuk mendirikan sebuah CV maka berikut rincian syarat-syaratnya:

  1. Memilih Nama

Pastikan untuk mencari ketersediaan nama bisnis Anda sebelum mengajukannya. Cari database Sekretaris Kantor Negara Anda untuk memastikan nama Anda tidak sama atau terlalu mirip dengan bisnis lain, beberapa peraturan negara  juga melarang kata-kata tertentu dalam nama entitas Anda.

Panjang pemesanan bervariasi walaupun untuk CV tidak masalah nama yang Anda pilih sama dengan CV lainnya.

  1. Melengkapi Dokumen

Ada beberapa kelengkapan yang wajib disediakan untuk mengurus CV anda. Dan semua dokumen ini bersifat wajib dan memang harus dilengkapi. Beberapa dokumen ini adalah KTP, KK, surat keterangan domisili dan NPWP.

  1. Membuat Akta Pendirian CV

Perjanjian CV tidak wajib di sebagian besar negara, tetapi sangat disarankan. Karena undang-undang kemitraan bervariasi dari satu negara ke negara lain, perjanjian kemitraan memungkinkan adanya ketentuan standar CV. Dalam beberapa kasus, ini memungkinkan Anda untuk melewati ketentuan-ketentuan tertentu dari hukum kemitraan negara. Perjanjian CV harus menangani pembagian keuntungan, distribusi kerugian, distribusi aset, hak partisipasi, pencegahan distribusi, perjanjian pembelian, penilaian aset dan pengusiran atau penambahan mitra. Sedangkan di Indonesia, ini adalah salah satu yang disarankan dan berupa akta pendirian CV yang diurus di kantor notaris.

Comments are closed.