Peranan Notaris Untuk Pembuatan Akta Pendirian CV

Peran Notaris pada hal pembuatan akta yang terkait dengan CV, pada umumnya yang akta yang dibuat dihadapan Notaris terkait dengan CV dapat dibedakan antara lain: Akta Pendirian CV dan Akta Perubahan Anggaran Dasar CV dan bisa juga Akta Pembukaan cabang CV.

Lazimnya pendirian CV tidak mewajibkan formalitas tertentu, Pendirian CV dapat dilakukan baik secara lisan maupun secara tertulis, baik dengan akta dibawah tangan atau akta otentik. Belum ada kewajiban untuk melakukan pendaftaran dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia bagi Pendirian Persekutuan Komanditer CV.

Bila para pihak menghendaki akta pendirian Persekutuan Komanditer CV dibuat dihadapan notaris maka dgn sendirinya dengan menggunakan akta otentik.

Commanditarire Vennootschap (CV) adalah suatu badan usaha yang terdiri dari 1 atau lebih pesero Komplementer (pengurus) dan 1 atau lebih pesero Komanditer (diam). CV bisa jgdiartikan sebagai persekutuan untuk menjalankan suatu badan usaha yang dibentuk oleh 1 maupun beberapa sekutu  yang harus bertanggungjawab untuk seluruhnya pada satu pihak, dan 1 maupun beberapa sekutu bertindak sbg pelepas uang/aset pada pihak lain.

Pengaturan tentang Firma diatur dalam BAB III bagian 2 Psl 16 s.d Psl 35 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), sementara Psl 19, 20 & 21 adalah dasar pengaturan mengenai CV.

Pada Psl 19 ayat a KUHD yang dimaksud dengan CV ialah Perseroan secara melepas uang yang jg dinamakan prseroan komanditer, didirikan antara 1 orang/beberapa pesero yg scara tanggung-menanggung brtanggung jawab untuk seluruhnya pada pihak satu, & 1 orang/lebih sebagai pelepas uang pada pihak lain.

Dalam Psl tersebut terdapatnya ketentuan mengenai CV diantara/ didalam ketentuannya mengenai firma karena CV jg termasuk kedalam bentuk sebuah firma dalam pengertian khusus, dimana kekhususannya terletak dengan adanya persekutuan komanditer, sementara (pesero)sekutu jenis ini tidak ada pada sekutu firma )yg adadalam firma Cuma bentuk sekutu kerja atau Firma}.

Mengenai hal belum adanya peraturan khusus bagi CV, maka dalam pendirian CV hampir sama dengan pendirian sebuah Firma, bisa didirikan baik secara lisan (konsesuil) yang diatur pada Psl 22 KUHD yang menyatakan bahwa tiap-tiap perseroan firma harus didirikan dgn Akta Otentik, tetapi denga ketiadaan akta tersebut, tidak dapat dijadikan alasan untuk merugikan pihak ketiga.

Di Indonesia sudah memiliki kebiasaan bahwa orang yang hendak mendirikan CV berdasarkan Akta Notaris yg Otentik kemudian didaftarkan di Pengadilan Negeri yang setempat.

Comments are closed.