Skip to main content

Sejarah Profesi Notaris

Profesi Notaris merupakan satu dari sekian profesi bergengsi di Indonesia. Kehadirannya di tanah air bukan sebatas 10 – 20 tahun ke belakang, tetapi sejak zaman kolonial Belanda. Hingga saat ini, profesi “tua” ini tetap diminati sekaligus dicita-citakan banyak pihak, terutama mahasiswa dari Fakultas Hukum.

Sejarah Profesi NotarisAkan tetapi, sepertinya belum banyak dari kita yang mengetahui mengenai sejarah dan perkembangan Notaris dari masa ke masa. Mungkin bagi yang pernah atau sedang mendalami perkuliahan kenotariatan atau hukum telah mengetahui sejarah profesi Notaris.

Kehadiran Notaris bermula dari adanya perkumpulan “Latinsje Notariat” yang berkembang di Italia sekitar abad pertengahan. Perkumpulan ini disinyalir sebagai wadah bagi para notaris di Italia. Sejak saat itu, perkumpulan ini kemudian berkembang luas hingga ke negara Perancis dan bahkan hingga ke seluruh dunia.

Istilah Notariat diasumsikan diambil dari nama seorang pengabdi pertama kali, yaitu Notarius. Ia merupakan seorang pengabdi yang mengabdikan waktunya untuk melakukan aktivitas tulis menulis dengan cepat. Hal ini yang menyebabkan Notaris pada zaman tersebut berstatus sebagai pengabdi sukarela.

Sumber lain menyebut, profesi Notaris sudah jauh dikenal sejak abad ke-2 dan ke-3. Saat itu, muncul istilah “Notarii”, “Tabeliones”, dan “Tabularii”. Ketiga istilah ini merupakan pejabat khusus yang bertugas melakukan pencatatan pidato dengan cepat. Meski disebut pejabat, profesi ini tidak masuk ke dalam struktur kerajaan.

Meluasnya profesi Notaris sampai juga ke Hindia Belanda, atau Indonesia saat masa kolonial. Seorang Belanda yang bernama Melchior Karchem diperkirakan menjadi Notaris pertama di kawasan Hindia Belanda, sekitar abad ke-17.

Meski dianggap sebagai Notaris, Karchem baru benar-benar menjalankan perannya sebagai Notaris lima tahun kemudian. Ini didasarkan adanya instruksi pertama dari pemerintah kolonial terkait aktivitas kenotariatan. Pasca instruksi keluar, Karchem barulah diangkat dan diambil sumpah jabatan sebagai Notaris.

Dari pengangkatan pertama itulah, peran Notaris mulai berkembang saat itu. Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, Notaris kala itu diatur dengan undang-undang yang mengacu pada peraturan kenotariatan di Belanda.

Hingga saat ini, Notaris masih menjadi profesi yang penting di Indonesia. Segala bentuk tugas, kewajiban, wewenang, hingga larangan Notaris telah diatur melalui Undang-undang Jabatan Notaris, yaitu UU Nomor 30 tahun 2004 dan UU Nomor 2 tahun 2014.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *