Pembacaan Akta oleh Notaris

Sudah seharusnya bagi para Notaris untuk menjalankan jabatannya sesuai dengan undang-undang yang berlaku, termasuk saat berhadapan dengan penghadap untuk membaca akta mereka.

Di bawah ini diberikan suatu ulasan dari kewajiban seorang notaris untuk membaca akta yang sedang dibuatnya sendiri.

Terdapat Pasal yang menjelaskan mengenai pembacaan akta yaitu pada Pasal 28 Lama De Wet op het Notarisambt (disebut juga PJN) yang berlaku di Belanda dan menjadi contoh pemerintah Hindia Belanda. Isinya sebagai berikut.

Selain itu, terdapat keterangan lain yang menjelaskan pembacaan akta Notaris yaitu sebagai berikut.

  1. Buku Ontwerpen halaman 39
  2. Vellema 1909 menulis dalam halaman 313
  3. W. RoeLoffs Valk 1926 halaman 14
  4. C. H. Melis 1951 (halamam 358-359)
  5. Klein menulis di Rechtsgeleerd Magazijn Themis 1967 aft. 1, halaman 320-321

Yang memiliki arti sebagai berikut.

Hal yang menakjubkan tentang akta notaris adalah bahwa para pihak tidak menyatakan secara tertulis apa yang telah mereka tulis atau baca dengan menandatangani mereka, teguk apa yang telah dibaca oleh notaris tersebut.

Dari keterangan-keterangan di atas serta yang dikemukakan lewat tulisan-tulisan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penting untuk membacakan akta Notaris di depan penghadap. Dengan membacakan akta di depan penghadap, Notaris telah melaksanakan dan bertanggung jawab akan salah satu tugasnya sebagai Notaris.

Comments are closed.