Skip to main content

Kuliah Profesi Notaris

Menjadi seorang Notaris tentu harus memiliki kualifikasi sesuai dengan yang telah dipersyaratkan. Salah satu syarat untuk diangkat menjadi Notaris berpendidikan Sarjana Hukum dan telah menyelesaikan studi di pendidikan kenotariatan.

Selain dua pendidikan tersebut, maka seseorang tidak dapat diangkat menjadi Notaris. Dua pendidikan ini juga tidak boleh untuk tidak diambil. Sebagai contoh, misalkan seseorang yang telah lulus Sarjana Hukum dan berniat untuk menjadi Notaris. Namun, dia tidak mengambil program pendidikan Kenotariatan (Magister Kenotariatan), maka dia tidak diperkenankan untuk menjadi Notaris.

Ataupun jika seorang Sarjana Hukum ingin menjadi Notaris, tetapi program Magisternya adalah Magister Ilmu Hukum, dia tetap tidak layak untuk menjadi Notaris. Ini didasarkan, pendidikan Magister Kenotariatan adalah pendidikan lanjutan khusus untuk menyiapkan calon-calon Notaris. Program ini juga memilki gelar pendidikan sendiri, yaitu M.Kn., atau Magister Kenotariatan.

Jadi, apabila Anda bergelar S.H., M.H., atau Sarjana Hukum, Magister Hukum, maka belum sah untuk memenuhi persyaratan sebagai Notaris. Akan tetapi, jika gelar M.Kn., sudah disematkan sebagai bukti Anda telah menyelesaikan pendidikan Magister Kenotariatan, maka Anda berpeluang untuk memenuhi persyaratan dan diangkat menjadi Notaris.

Berbicara mengenai pendidikan di Magister Kenotariatan, program ini lebih tepat jika disebut sebagai program vokasinya Ilmu Hukum atau dengan kata lain, program Spesialisnya di Fakultas Hukum. Sebab, program ini langsung menyiapkan secara teknis lulusanya untuk diarahkan menjadi calon Notaris.

Banyak perguruan tinggi di Indonesia membuka program studi Magister Kenotariatan. Selain diberikan pengetahuan secara materi, mahasiswa Kenotariatan juga kerap mengikuti praktik-praktik yang berhubungan dengan tugas seorang Notaris, terutama terkait menulis akta autentik. Untuk itu, mahasiswa sejak awal sudah harus mengetahui bagaimana format penulisan  sebuah akta.

Layaknya program studi lainnya, kuliah di Kenotariatan juga memiliki tantangan tersendiri. Apalagi, Notaris berstatus sebagai pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah, maka Notaris harus menjalankan fungsi dan perannya mewakili pemerintah untuk memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat di bidang pembuatan akta autentik.

Kemampuan diri, ketelitian, dan kecakapan dalam memahami peraturan perundang-undangan sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Jika kompetensi tersebut tidak dimiliki mahasiswa Kenotariatan, mahasiswa tidak akan menjalankan tugasnya dengan baik pada saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Beberapa hal teknis lainnya juga sangat dibutuhkan, seperti penguasaan penulisan dengan menggunakan tangan kosong, mampu menulis rapi, hingga mampu menyajikan akta yang valid dari hasil pengajuan oleh klien.

Walaupun dipersiapkan betul-betul menjadi Notaris, program Kenotariatan juga mewajibkan mahasiswanya untuk melakukan riset, publikasi, hingga program pengabdian kepada masyarakat. Jadi, jangan menganggap kuliah di Kenotariatan adalah untuk menjadi Notaris saja. Mahasiswa calon Notaris juga wajib melakukan penelitian dan memublikasikan di jurnal ilmiah atau media masa.

You may also like