Kewenangan Notaris Pengganti

Adinda tengah mengurus izin pendirian badan usaha yang dirintisnya. Untuk itu, ia menggunakan jasa Notaris X dalam proses pembuatan akta pendiriannya hingga mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM. Selama beberapa waktu, Notaris X sedang melaksanakan kewajibannya.

Namun, suatu hari Notaris X mengabari Adinda kalau ia mengalami kecelakaan sehingga harus beristirahat selama beberapa minggu. Praktis pekerjaan pengurusan aktanya tertunda. Di satu sisi, Adinda kebingungan lantaran ia ingin segera mendapat izin dari badan usaha yang didirikannya. Saat menjenguk Notaris X, Adinda diberitahu bahwa Notaris X akan segera menunjuk Notaris Y sebagai notaris pengganti.

Dari kasus tersebut, apakah penunjukan notaris pengganti itu sah? Dalam penjelasan tugas notaris, profesi seperti ini harus berkesinambungan dalam melayani masyarakat. Ketika notaris berhalangan untuk menjalankan jabatannya, ia wajib memberikan kewenangannya kepada notaris pengganti.

Pelimpahan wewenang kepada notaris pengganti dilakukan jika seorang notaris mengalami sakit, mengambil cuti, atau berhalangan hadir saat menjalankan jabatannya. Proses ini tetap legal, sehingga akta-akta yang dibuat oleh notaris pengganti tetap otentik.

Tugas notaris pengganti sebenarnya hampir sama dengan notaris pada umumnya. Hanya, ada wewenang dan batasan yang ditetapkan untuk notaris pengganti. Saat menjalankan jabatan sebagai notaris pengganti, ia memegang dua cara wewenang menurut hukum administrasi.

Dua cara tersebut yaitu kewenangan atribusi (wewenang membuat keputusan yang telah ditetapkan dalam Undang-undang), serta kewenangan delegasi (kewenangan yang dilimpahkan dari organ/jabatan sebelumnya). Kewenangan notaris pengganti berakhir sampai batas waktu yang telah ditentukan sesuai surat pengangkatannya.

Untuk itu, notaris berwenang membuat akta otentik. Namun, notaris pengganti tidak berwenang mengubah akta dari notaris yang digantikannya. Ia hanya bertanggung jawab atas akta otentik yang dibuat sendiri meskipun sekali pun telah melewati batas pengangkatannya. Proses perubahan akta otentik harus dilakukan oleh notaris pertama setelah pulih atau selesai menjalani masa cuti.

Jika memang klien bersedia menunggu sampai notaris pertama kembali aktif, sebaiknya akta tetap diperbaiki oleh notaris sehingga tanggung jawab sepenuhnya tetap berada di notaris pertama.

Comments are closed.