Karakteristik Profesi Notaris

Notaris adalah suatu profesi yang unik. Mengapa bisa dikatakan unik? Karena tidak semua lulusan Notaris bisa langsung menjadi Notaris ketika ia selesai menyelesaikan studi. Ada tahapan dan ujian yang harus dilakukan hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai Notaris. Proses kelulusannya ditandai dengan pengangkatan dan pengambilan sumpah jabatannya oleh Menteri Hukum dan HAM RI.

Melihat dari proses pengangkatan Notaris oleh Pemerintah, maka jabatan ini secara otomatis menjadi wakil pemerintah dalam memberikan pelayanan hukum yang baik kepada masyarakat di bidang pembuatan akta autentik. Secara jelas, ia adalah wakil, bukan profesi yang bisa menjalankan aktivitasnya secara mandiri.

Keunikan ini yang menjadikan Notaris berbeda dengan profesi hukum lainnya. Salah satu ahli hukum, Koes Pramudjo menjelaskan, karakteristik profesi Notaris adalah melakukan berbagai pencatatan secara hukum, mulai dari pencatatan pendirian Perseoran Terbatas, mencatat perjanjian jual beli, hingga mencatat surat wasiat dalam hukum waris.

Semua bentuk pencatatan tersebut dituangkan ke dalam akta autentik dengan ditandatangi kedua belah pihak yang bersangkutan disertai pengakuan para saksi. Akta autentik ini kemudian menjadi kekuatan hukum yang bisa dipertanggungjawabkan.

Dari segi status jabatan, Notaris juga memiliki karakteristik sebagai pejabat umum. Akan tetapi, status jabatan yang dimiliki Notaris merupakan pejabat umum, bukan pejabat publik, pejabat negara, atau pejabat tata usaha negara. Pejabat umum merupakan pejabat yang diamanahi negara untuk bertugas menyangkut urusan publik.

Ia bukanlah pegawai negeri, pimpinan lembaga nasional, atau pejabat selain pejabat umum. Ia merupakan personal yang diangkat khusus oleh Menteri dan diatur aktivitasnya oleh Undang-undang. Notaris sangat dilarang untuk merangkap tugas sebagai pejabat negara ataupun pegawai negeri sipil dan pegawai BUMN. \

Comments are closed.