Hak Klien Notaris

Notaris adalah pejabat yang telah disumpah untuk melayani masyarakat di bidang pembuatan akta otentik. Karena masyarakat menjadi tanggung jawab utama dalam melaksanakan tugas, maka Notaris sudah selayaknya memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Pelayanan tersebut merupakan pengabdian, bukan semata mencari keuntungan.

Untuk itu, klien berhak mendapatkan hak dan perlindungan di mata hukum selama menggunakan jasa Notaris. Meski tidak secara tersirat disebutkan dalam Undang-undang Jabatan Notaris, klien tetap harus mendapatkan haknya dari Notaris.

Lalu, apa saja hak yang didapat klien dari Notaris? Secara tersirat, klien harus mendapatkan pelayanan maksimal di bidang pembuatan akta otentik oleh Notaris. Berbagai kepentingan klien dalam akta harus dapat diakomodasi dengan baik oleh Notaris, jangan sampai kepentingan klien tidak terakomodasi di dalam akta.

Hak Klien Notaris

Sesuai dengan wewenang Notaris untuk memberikan penyuluhan hukum terkait pembuatan akta kepada klien, maka klien juga berhak mendapatkan pengetahuan seputar akta otentik serta hal-hal yang menjadi kewenangan dari Notaris. Jika Notaris tidak memberikan penyuluhan atau malah menyepelekan pemberian penyuluhan hukum, klien bisa melaporkannya kepada Majelis Pengawas Notaris. Laporan ini diajukan atas dasar pelanggaran kewenangan oleh Notaris.

Dalam hal pembuatan akta, Notaris wajib merahasiakan apa saja yang diberitahukan klien. Hal ini telah diatur dalam UUJN yang bermakna apa yang diberitahukan merupakan kepercayaan dari klien kepada Notaris. Jika Notaris melanggarnya, secara tidak langsung Notaris tidak memberikan perlindungan hukum yang baik dan tidak membela hak asasi klien.

Layaknya “pelayan masyarakat” lainnya, kepercayaan dari klien adalah hal wajib yang harus didapat Notaris. Hal ini juga berkaitan dengan profesionalitas tugas Notaris. Lebih dari itu, Notaris juga harus berpihak pada masyarakat. Kepentingan klien dalam suatu urusan harus dijadikan kepentingan/prioritas seorang Notaris.

Comments are closed.