Etika Notaris

Ikatan Notaris Indonesia (INI) sebagai organisasi tunggal Notaris menjadi wadah bagi para Notaris ataupun orang yang menjalankan tugas sebagai Notaris sementara. INI juga bertugas menyusun dan mengesahkan kode etik untuk Notaris.

Kode etik inilah yang mengatur kerja Notaris dalam melayani masyarakat. Jika Notaris melanggar kode etik yang ada, maka Dewan Kehormatan sebagai bagian dari organ INI berwenang memberikan sanksi. Maka, sudah sepatutnya jika Notaris mematuhi kode etik yang berlaku.

etika notaris

Nah, apa sebenarnya kode etik itu? Mengapa bisa menjadi alat untuk dipatuhi oleh Notaris? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kode etik memiliki makna norma dan asas yang diterima kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku. Beberapa profesi seperti, dokter, wartawan, hingga notaris memiliki kode etik sendiri-sendiri yang wajib dipatuhi oleh setiap yang menjalaninya.

Kode etik bagi Notaris disusun sebagai landasan Notaris dalam melakukan pelayanan hukum yang maksimal kepada masyarakat. Jika kode etik ini secara sengaja/tidak sengaja dilanggar oleh Notaris, bukan tidak mungkin persepsi masyarakat terhadap jabatan ini akan luntur seiring banyaknya tindak pelanggaran yang dilakukan.

Karena pada dasarnya Notaris diangkat oleh pemerintah, maka Notaris merupakan kepercayaan yang diberikan pemerintah untuk memberikan pelayanan hukum terkait pembuatan akta autentik.

Kode etik juga merupakan representasi dari Undang-undang Jabatan Notaris yang mengatur Notaris secara keseluruhan. Jadi, jika seorang Notaris melanggar kode etik yang ditetapkan, bisa disimpulkan bahwa ia tidak mematuhi UUJN sebagai landasan hukum Notaris di Indonesia.

Menurut pakar hukum Prof. Abdulkadir Muhammad, kode etik seorang Notaris mencakup etika kepribadian Notaris, etika melaksanakan tugas dan kewenangannya, etika pelayanan terhadap klien, etika menjalin hubungan dengan rekan Notaris lain, serta etika pengawasan terhadap Notaris.

Diharapkan, kode etik ini menjadi suatu bimbingan atau tuntunan bagi para Notaris dalam menjalankan fungsinya kepada masyarakat. Bisa jadi citra Notaris akan hancur bila kode etik ini kerap dilanggar oleh Notaris sendiri, dan pengawasan terhadap pelanggaran ini sifatnya lemah.

Jika reputasi Notaris sudah dicap buruk, siapa lagi yang berwenang dan dipercaya masyarakat untuk membuat akta autentik?

Comments are closed.