Contoh Kasus Hak Ingkar Notaris

Notaris XXX, S.H., M.Kn., pernah mengalami pengalaman yang tidak mengenakkan sepanjang karirnya sebagai Notaris. Dua tahun lalu, ia pernah mengurusi pembuatan akta otentik terkait jual beli rumah yang dilakukan Tuan X kepada Nyonya Z. Sebagai pejabat yang berwenangan mengurusi akta, Notaris XXX pun memasukkan perihal yang dituangkan dalam jual beli tersebut ke dalam aktanya.

Akta selesai dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak berikut saksi-saksinya. Namun, selang sebulan setelah penandatanganan dilakukan, Nyonya Z merasa ada yang janggal dari proses jual beli ini. Ia merasa ditipu oleh Tuan X.

Nyonya Z pun kemudian melapor ke Polisi. Setelah dijelaskan panjang lebar, Polisi pun memanggil Tuan X sebagai pelaku penjual rumah kepada Nyonya Z. Perdebatan panjang terjadi. Pasalnya Tuan X merasa apa yang dilakukannya dalam jual beli pun telah benar.

Menghindari perdebatan panjang, Polisi pun kemudian memanggil Notaris XXX dan meminta memperlihatkan isi akta otentik terkait proses jual beli antara Tuan X dan Nyonya Z. Merasa berwenang dalam merahasiakan isi akta, Notaris XXX pun menjelaskan kepada Polisi bahwa ia tidak bisa menunjukkan Minuta Akta karena dianggap sebagai suatu rahasia.

Polisi pun tetap meminta dan Notaris XXX tetap pada pendiriannya bahwa ia punya hak ingkar dalam kasus ini. Namun, dengan pertimbangan bahwa kasus ini bisa berujung pada aduan pidana, Notaris XXX bersedia memperlihatkan Minuta Akta dengan seizin Majelis Kehormatan Notaris.

Seminggu kemudian, Majelis Kehormatan memberikan persetujuan atas pengambilan fotokopi Minuta Akta yang dipegang Notaris XXX. Akhirnya, setelah diteliti isi fotokopi Minuta Akta dan juga mengambil keterangan langsung dari Notaris XXX, Polisi menyimpulkan bahwa aktivitas jual beli yang dilakukan Tuan X dan Nyonya Z tidak bertentangan secara hukum.

Dari kasus di atas, kita bisa lihat bahwa Notaris punya hak ingkar saat dihadapkan pada sebuah kasus hukum. Namun, hak ini bukan berarti sebagai imun bahwa Notaris  bisa terhidar dari hukum. Hak ini hanya kewenangan Notaris yang tidak boleh menjelaskan isi akta yang dibuatnya kepada pihak lain. Untuk dapat memeriksa isi Minuta Akta yang dibuat Notaris berdasarkan kesepakatan klien, Penyidik atau pihak berwajib harus mendapat persetujuan dahulu dari Majelis Kehormatan Notaris.

Comments are closed.