Skip to main content

Bagaimana Jika Terjadi Kesalahan Pada Prosedur Notaris

Apa anda pernah terbayang bahwa Prosedur notaris terjadi kesalahan ? jika memang anda sedang mengerjakan atau bekerja sama kemudian tahu bahwa prosedur tersebut salah ada beberapa hal yang bisa anda lakukan.

Pertama anda harus membedakan antara perubahan yang dilakukan sebelum akta tersebut ditandatangani dan juga setelah akta ditandatangani. Perubahan yang dilakukan sebelum akta ditandatangani disebut dengan renvoi. Jika memang sadar terjadi kesalahan anda harus melakukan hal ini, ingatkan notaris anda jika mereka tidak sadar dan sebagainya.

Apabila akta sudah selesai ditandatangani maka perubahan yang bisa dilakukan yaitu pembetulan kesalahan tulis ataupunkesalahan ketik yang ada pada Minuta Akta yang telah ditandatangani (perubahan yang tidak substansial).

Baca juga:

 Renvoi dan Saksi

Berbicara mengenai renvoi maka ada perubahan sah jika diparat ataupun diberi tanda tangan pengesahan lain oleh penghadap, saksi, dan Notaris. Namun jika anda melakukan pembetulan setelah akta ditandatangani maka pembetulan harus dilakukan di hadapan penghadap seperti saksi, dan Notaris yang dituangkan dalam berita acara dan memberikan catatan tentang hal tersebut pada Minuta Akta asli dengan menyebutkan tanggal dan nomor Akta berita acara pembetulan.

Salinan Akta berita acara-nya wajib disampaikan kepada para pihak. Namun jika notaris memang tidak melakukan ketentuan Renvoi maka akibatnya adalah akta hanya memiliki kekuatan dibawah tangan saja dan dapat menjadi alasan bagi pihak yang menderita kerugian untuk menuntut penggantian biaya, ganti rugi, dan bunga kepada Notaris.

Perubahan dalam Akta Notaris

Memasuki hal selanjutnya, dimana anda harus bisa membedakan antara perubahan yang dilakukan sebelum Akta ditandatangani ataupun setelah akta ditandatangani. Perubahan yang dilakukan ini sebelum akta ditandatangani biasa disebut dengan renvoi. Hal ini diatur dalam Pasal 48 – Pasal 50 UU 2/2014. Sebenarnya isi akta sendiri dilarang untuk :

  1. diganti;
  2. ditambah;
  3. dicoret;
  4. disisipkan;
  5. dihapus; dan/atau
  6. ditulis tindih.

Akan tetapi dapat dilakukan perubahan isi akta dalam huruf a, huruf b dan juga huruf c serta d, Apabila perubahan tersebut telah diparaf dan diberi pengesahan oleh penghadap, saksi, dan Notaris.

You may also like