Skip to main content

Syarat dan Prosedur Pembuatan Legalisasi Notaris

[pgp_title]

Pengertian Legalisasi

Legalisasi Notaris adalah proses peningkatan kekuatan pembuktian suatu surat dibawah tangan yang mana surat/dokumen yang telah dibuat di bawah tangan tangan tersebut ditandatangani oleh para pihak di hadapan Notaris yang bersangkutan, selanjutnya dokumen/surat tersebut dijelaskan atau dibacakan oleh pihak Notaris. Sehingga tanggal surat atau dokumen yang bersangkutan adalah SESUAI dengan tanggal legalisasi oleh Notaris yang bersangkutan.

Oleh karena, Notaris berkewajiban menjamin kebenaran tanda-tangan dari pihak-pihak yang dilegalisir tanda-tangannya, dan kepastian tanggal pembuatan surat tersebut dan memasukkannya ke dalam satu buku daftar khusus.

Dasar Hukum Pembuatan Legalisasi

Dalam Psl 15 ayat 2 huruf (a) UU Jabatan Notaris, Notaris, dalam jabatannya, bewenang mngesahkan tanda tangan & menetapkan kpastian tggal surat di bawah tangan, dgn mendaftar dalam buku khusus.

Dasar hukum:

  1. Staatblad 1909 Nomor 291 tentang Legalisasi Tanda Tangan
  2. Undang-Undang No. 30 Th 2004 ttg Jabatan Notaris

 Syarat Pembuatan Legalisasi Notaris

Legalisasi yang dilakukan oleh Notaris adalah suatu perbuatan hukum yang wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Penandatanganan pada surat di bawah tangan tersebut yang dilakukan oleh pihak-pihak di hadapan/disaksikan oleh saksi-saksi dan Notaris sendiri.
  2. Notaris mengenal pihak-pihak yang menandatangani surat di bawah tangan yang akan dilegalisasi tersebut
  3. Isi surat dibawah-tangan tersebut dijelaskan/diterangkan (voorhouden) oleh Notaris kepada orang/para pihak yang melegalisasi surat dibawah-tangan tersebut, yang juga di hadiri oleh saksi-saksi
  4. Notaris membubuhkan stempel dan tanda tangannya pada bagian bawah surat dibawah-tangan tersebut dan memberikan tanggal sesuai dengan tanggal penandatanganan surat di bawah tangan tersebut. Setelah para pihak dan saksi membubuhkan tanda tangannya terlebih dahulu.
  5. Notaris membuat catatan/keterangan pada bagian bawah surat dibawah tangan tersebut, “bahwa Notaris tersebut mengenal orang/pihak yang membubuhkan tanda tangan pada surat di bawah tangan tersebut, bahwa isi akta telah dibacakan/diterangkan kepada orang/para pihak yang menghadap, bahwa notaris menyaksikan dengan mata kepala sendiri orang/para pihak yang menandatangani.
  6. Notaris mendaftarkan surat dibawah-tangan tersebut pada buku daftar khusus legalisasi yang telah disiapkan oleh notaris tersebut dan memberikan tanggal pendaftaran sesuai dengan tanggal penandatanganan surat dibawah-tangan tersebut oleh orang/para pihak yang menghadap.

Prosedur Pembuatan Legalisasi Notaris

  1. Para pihak membuat suratnya,
  2. Dibawa ke Kantor Notaris-PPAT
  3. Penanda tanganan di hadapan Notaris,
  4. Dicatatkan dalam Buku Daftar Legalisasi.
  5. Tanggal pada waktu ditandatangani dihadapan Notaris adalah, sebagai tanggal sahnya perbuatan hukum yang dibuat para pihak, yang mengakibatkan hak dan kewajiban antara para pihak.

Hak Para Pihak Dalam Pembuatan Legalisasi

  1. Hak dan kewajiban antara para pihak lahir pada saat membubuhkan tandatangan surat yang telah dilakukan oleh pihak-pihak, bukan saat pendaftaran kepada Notaris.
  2. Pertanggungjawaban Notaris hanya membenarkan bahwa pihak-pihak yang membuat kesepakatan / perjanjian dan tanggal yang tercantum dalam surat yang dicantumkan ke dalam Buku Pendaftaran Surat Di Bawah Tangan.

Kewajiban Para Pihak Dalam Pembuatan Legalisasi

  1. Akta di bawah tangan harus di tanda tangani oleh Notaris
  2. Notaris hanya bertanggung jawab terhadap keabsahan tanda tangan yang tercantum di dalam akta, sementara pada akta dibawah tangan yang di-waarmerking notaris tidak memiliki tanggung jawab apapun terhadap akta tersebut,
  3. Para pihak yang namanya tersebut didalam akta (untuk legalisasi) menghadap kepada notaris dan notaris membaca akta yang telah dikonsep terlebih dahulu oleh para pihak, apabila akta tersebut dianggap telah memenuhi syarat sah perjanjian seperti yang tercantum dalam pasal 1320 KUHPerdata maka notaris akan membacakan akta tersebut kepada para pihak, selanjutnya
  4. Para pihak menandatangani akta tersebut disaksikan oleh notaris dan notaris mendaftarkan akta tersebut kedalam buku khusus legalisasi.
  5. Notaris harus bewenang sepanjang menyangkut akta yang dibuat itu;
  6. Notaris harus berwenang sepanjang mengenai orang-orang untuk kepentingan siapa akta tersebut di buat;
  7. Notaris harus berwenang sepanjang mengenai tempat, dimana akta tersebut dibuat;
  8. Notaris harus berwenang sepanjang mengenai waktu pembuatan akta itu

Larangan Dalam Pembuatan Legalisasi

  1. Pihak Notaris tidak membacakan dan menjelaskan isi dari surat / dokumen tersebut, yang terkadang diakibatkan oleh beberapa hal, misalnya: notaris tidak mengerti bahasa dari dokumen tersebut (contohnya: Penulisan dokumen / surat yang ditulis dalam bahasa mandarin atau bahasa lain yang tidak dimengerti oleh Notaris tersebut).
  1. Pihak Notaris tidak terlibat pada saat pembahasan dalam surat atau dokumen di antara para pihak yang bertanda-tangan.

Legalisasi dokumen Jual Beli Tanah atau Pendirian PT

 

Pengecualian Yang Boleh Dilakukan Dalam Pembuatan Legalisasi

  1. Dalam hal demikian berlaku asas lex specialis derogate legi generali yakni notaris sebagai pejabat yang berwenang untuk membuat akta disimpangi oleh adanya pejabat lain yang berwenang untuk membuat akta pengecualian ini dengan didasarkan pada peraturan perundangundangan (khusus) lainnya
  1. Dengan perkataan lain, wewenang notaris bersifat umum sedang wewenang para pejabat lainnya adalah pengecualian. Maka dari itu apabila di dalam peraturan perundang-undangan untuk suatu perbuatan hukum diwajibkan adanya akta autentik, dan hal itu hanya bisa dilaksanakan dengan akta Notaris, kecuali peraturan perundang-undangan ada yang menyatakan dengan tagas, atau sebagian yang satu-satunya berwenang untuk itu.

Akibat Hukum Pembuatan Legalisasi Yang Cacat Hukum

  1. Akibat hukum dari pembuatan legalisasi /akta autentik Notaris yang cacat hukum di dalam pembuatannya adalah hilangnya autentisitas dari akta / surat / dokumen tersebut, hal ini memungkinkan bila terhadap akta autentik tersebut telah ada suatu Putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap terhadap hal-hal demikian, maka pihak pihak yang bersengkutan harus patuh terhadap keputusan tersebut, pada kenyataanya suatu akta / surat / dokumen autentik legalisasi yang dibuat oleh Notaris tetap dianggap autentik selama tidak ada pembuktian sebaliknya yang melemahkan akta / surat / dokumen tersebut.
  1. Penyelesaian dengan adanya akibat hukum terhadap akta autentik / legalisasi notaris yang cacat hukum adalah dengan melihat dan menghukum pihak mana yang menyebabkan akta autentik / legalisasi tersebut menjadi cacat hukum, apabila dikarenakan tindakan dari notaris maka terhadap kerugian pihak ketiga karenanya menjadi tuntutan kepada notaris, tetapi apabila disebabkan pihak pihak yang membuat akta / legalisasi, maka pada kenyataanyta terhadap pihak tersebut dibebankan tanggung jawab atas kerugian yang timbul.

Macam Macam Legalisasi Notaris

Macam macam bentuk legalisasi notaris adalah sebagai berikut;

– Legalisasi dokumen/surat yang bersangkutan di daftar dalam buku khusus yang dibuat oleh Notaris. Hal ini ditempuh apabila dokumen/surat tersebut telah ditanda tangani terlebih dahulu oleh pihak-pihak, sebelum di sampaikan kepada Notaris.

– Legalisasi dengan tandatangan saja, dimana Notaris turut serta bertanggung jawab terhadap isi suatu dokumen / surat.

– Legalisasi dokumen / surat Foto Copy, Pada fotocopy tersebut akan di stempel/cap disetiap halaman yang di fotocopy dengan paraf Notaris dan halaman terakhir dari Pencocokan Fotocopy tersebut akan dicantumkan keterangan bahwa fotocopy tersebut sama dengan aslinya.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *