Pendirian Koperasi Syariah

Pendirian Koperasi Syariah

Pengertian

Koperasi (dalam bahasa Inggris cooperation artinya kerja sama atau suatu organisasi atau perkumpulan yang anggotanya merupakan orang atau badan Hukum yang bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan anggota berdasarkan kekeluargaan.

Koperasi syariah adalah organisasi yang beranggotakan orang atau atau Badan Hukum yang bekerja sama berdasarkan syariat Islam untuk meningkatkan kesejahteraan anggota yang berasaskan kekeluargaan.

 

Modal Awal Koperasi Syariah

Modal awal Koperasi Syariah berasal adalah  modal dari para pendiri. Anggota pendiri KOPERASI SYARIAH sejak awal harus terdiri dari minimal 20 orang yang secara riil memberikan peran partisipasinya, dan harus menyetorkan Simpanan Pokok sebesar Rp 1.000.000,- /Anggota.

Badan Hukum Koperasi Syariah

Koperasi Syariah didirikan berbentuk UJKS (Unit Jasa Keuangan Syariah atau KJKS (Koperasi Jasa Keuangan Syariah) bila mengacu pada koperasi serba usaha.

Koperasi Syariah juga dapat didirikan serta dikembangkan melalui proses legalitas hukum yang bertahap.  Awalnya bisa dimulai dalam bentuk kelompok masyarakat dan apabila sudah meraih nilai aset tertentu, bida menyiapkan diri untuk maju ke badan hukum koperasi.

Prospek Koperasi Syariah

Dari bentuk yang berusaha tumbuh dari bawah, nampak jelas peran koperasi ini untuk membangun ekonomi masyarakat. Ringkasnya dampak positif dan tujuan positif yang akan ditimbulkan antara lain sebagai berikut.

  1. Memperbaiki modal, yaitu identik dengan upaya peningkatan taraf hidup.
  2. Menyalurkan dana untuk keperluan usaha bisnis dengan sifat mudah, murah dan bersih.
  3. Menjadi perantara antara pemodal dan penabung dengan pengusaha mikro.
  4. Tempat berlatih manajemen ekonomi di masyarakat bawah.
  5. Sudah ada contoh best practices.
  6. Sangat mudah didirikan karena tanpa modal besar, serta peralatan dan kantor mewah.
  7. Dapat mengembangkan jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara fleksibel.dan sesuai prinsip syariah tentunya.

 

Tahapan pendirian koperasi syariah

Perlu ada motivator yang telah mengetahui KOPERASI SYARIAH. Ia mencoba meluaskan jaringan ke para sahabat dengan menjelaskan mengenai koperasi ini dan peranannya di masyarakat. Motivator (pemrakarsa) membentuk (P3B) Panitia Penyiapan Pendirian KOPERASI SYARIAH.

P3B ini mencari modal awal sebesar Rp 10 juta – 30 juta, agar memenuhi syarat modal. Modal dapat berasal dari lembaga, yayasan, bahkan perorangan, dan sumber lainnya.

P3B bisa juga mencari simpanan pokok khusus semacam saham (modal pendiri) dan perlu membuat komitmen mengenai peranan masing-masing. Jika pemodal pendiri sudah ada, akan dipilih maksimal 5 orang pengurus untuk mengarahkan tentang kebijakan koperasi syariah.

Apabila pengurus telah ada, dilanjutkan untuk mencari dan memilih pengelola, mempersiapkan legalitas hukumnya, dan melatih calon pengelola tersebut.

Setelah itu semua terpenuhi, lanjut untuk melaksanakan persiapan sarana kantor dan berkas administrasi yang dibutuhkan.

Struktur organisasi koperasi syariah

Koperasi Syariah paling sederhana harus terdiri dari struktur sebagai berikut.

  1. Badan Pengawas

Badan yang memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan operasional, seperti menelaah dan memeriksa pembukuan koperasi, memilih badan pengelolam dan memberikan saran pada pengelola yang berhubungan dengan operasional.

  1. Badan Pengawas Syariah

Badan yang terbentuk melalui fungsi pengawasan dan bekerja sesuai pedoman yang ditentukan (DSN) Dewan Syariah Nasional.

  1. Pengelola

Badan yang mengelola koperasi yang dipilih badan pengawas, dengan persyaratan sebagai berikut.

  • Mempunyai kemampuan kepemimpinan yang efektif.
  • Mempunyai kemampuan manajerial yang baik.
  • Mempunyai kemampuan dan wawasan perkoperasian.
  • Mempunyai akhlak dan moral yang baik.

Comments are closed.