Pendirian Koperasi Sekolah

Kita mungkin masih ingat semasa sekolah ada unit namanya koperasi sekolah. Ya, biasanya koperasi ini menyediakan kebutuhan pembelajaran siswa, seperti alat tulis, buku tulis, buku pelajaran, fotokopi, hingga makanan dan minuman. Bahkan, ada pula koperasi yang menjadi sarana menabung para siswa.

Koperasi di sekolah menjadi suatu kelebihan sebagai sarana pembelajaran ekonomi bagi para siswa. Siswa diajarkan bagaimana membangun ekonomi dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong. Di sisi lain, koperasi juga menjadi wahana para siswa untuk berwirausaha.

Mendirikan koperasi sekolah sama halnya dengan mendirikan koperasi pada umumnya. Ada sejumlah prosedur yang harus dipatuhi pendiri.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah adanya kesepakatan antara pimpinan sekolah, guru, dan para siswa terkait koperasi yang akan didirikan melalui suatu pertemuan khusus.

Pertemuan ini nantinya akan menghasilkan anggaran dasar koperasi. Anggaran ini kemudian menjadi dasar untuk dibuatkan akta pendiriannya oleh Notaris. Jadi, meskipun didirikan di lingkungan sekolah, koperasi sekolah juga wajib memiliki akta pendirian dari Notaris.

Tahap selanjutnya, pengurus koperasi wajib mendaftarkan koperasi kepada dinas terkait. Pendaftaran dilakukan ke Dinas Koperasi terkait dan ditembuskan kepada Direktorat Jenderal Bina Lembaga Koperasi, kantor Dinas Koperasi Provinsi, serta kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Terkait pengurus koperasi, selain melibatkan guru, siswa juga sebaiknya dilibatkan sebagai pengurus koperasi. Status pengurus dari kalangan siswa dinyatakan berhenti apabila siswa tersebut telah lulus dari sekolah, keluar/pindah sekolah, atau diberhentikan oleh pengurus. Nah, agar wawasan siswa di bidang ekonomi dan bisnis semakin meningkat, pembukaan koperasi di sekolah adalah rekomendasi terbaik.

Comments are closed.