Skip to main content

Pendirian Koperasi Karyawan

Koperasi bisa didirikan oleh siapa saja, bahkan dalam lingkup apapun. Di tingkat sekolah pun, guru dan siswa boleh mendirikan koperasi sebagai sarana pembelajaran ekonomi untuk siswa. Nah, apakah koperasi juga boleh didirikan di tingkat perusahaan?

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah tentu saja koperasi boleh didirikan di tingkat perusahaan, instansi, ataupun perkantoran lainnya. Biasanya koperasi di lingkungan perkantoran didirikan untuk mengakomodasi hak dan kebutuhan pekerjanya. Maka, jenis koperasi yang sering kita jumpai di lingkungan perkantoran adalah koperasi karyawan/pegawai.

Sebagai badan usaha yang menjunjung tinggi kekeluargaan, adanya koperasi karyawan sangat mendukung dalam peningkatan kesejahteraan karyawan. Koperasi ini bisa berperan dalam penyedia layanan simpan pinjam hingga mengembangkan bisnis terkait penyediaan barang-barang kebutuhan hidup yang bisa dibeli karyawan dengan harga terjangkau.

Tidak hanya mendukung internal perusahaan, adanya koperasi juga menjadi wadah perusahaan untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat di sekitar perusahaan tersebut berada. Dengan kata lain, koperasi menjadi wujud Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan kepada masyarakat.

Pendirian koperasi karyawan/pegawai tidak jauh beda dengan pendirian koperasi pada umumnya, yaitu bermula dari penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga atas kesepakatan dalam rapat pembentukan. Kemudian, koperasi karyawan didaftarkan untuk mendapat status sebagai badan hukum. Dan, tidak lupa, seluruh penjelasan dan anggaran koperasi dimasukkan ke dalam akta pendirian koperasi karyawan yang dibuat oleh Notaris.

Lalu, siapa saja yang berhak menjadi anggota koperasi karyawan? Tidak ada batasan bahwa koperasi karyawan hanya untuk karyawan biasa saja. Seluruh elemen di perusahaan, mulai dari pimpinan hingga karyawan rendahan berhak menjadi anggota koperasi.

You may also like