Pendirian Bank Koperasi, Perlukah?

Adanya koperasi sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup hingga mendorong peningkatan usaha UMKM. Sebagai soko guru perekonomian nasional, koperasi mendorong masyarakat maju secara ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan sarana peminjaman modal untuk pengembangan usaha.

Dibandingkan dengan penyediaan kredit di perbankan, kredit di koperasi jauh lebih ringan. Masyarakat dapat meminjam sejumlah modal di koperasi dengan bunga yang tidak setinggi perbankan. Dengan demikian, masyarakat tidak terbebani dengan fluktuasi suku bunga di pasaran.

Baru-baru ini, ada usulan dari Dewan Koperasi Nasional untuk membentuk bank koperasi. Bank koperasi ini dibentuk dari penyatuan berbagai koperasi simpan pinjam dan koperasi kredit yang ada di Indonesia. Wacana tersebut digulirkan untuk menjawab masalah permodalan yang terkadang membelit suatu koperasi simpan pinjam.

Alasan lainnya, bank koperasi dinilai semakin meningkatkan profesionalisme koperasi di masyarakat. Ada kasus dimana suatu koperasi terpaksa tutup/gulung tikar akibat manajemen internal yang buruk. Bahkan ada pula koperasi simpan pinjam yang bankrut akibat tidak jelasnya jumlah dana yang dipinjamkan dan siapa saja penerimanya.

Berkaca pada kasus tersebut, aktivitas permodalan di koperasi perlu dilakukan secara profesional. Para anggota dewan koperasi menilai pembentukan bank khusus koperasi ini sangat representatif dalam meningkatkan peran koperasi di masyarakat.

Pendirian bank koperasi ini masih dalam tahap studi lanjut. Semoga usulan ini direspons positif oleh pemerintah sehingga bank koperasi tersebut dapat dibentuk dengan tetap mengedepankan semangat koperasi sebagai sarana peningkatan ekonomi rakyat.

Comments are closed.