Koperasi Merupakan Pengamalan Pancasila dan UUD 1945

Koperasi sejatinya suatu lembaga yang merepresentasikan keindonesiaan. Kenapa bisa begitu? Sebab, aktivitas usaha yang dijalankan koperasi mengedepankan semangat kebersamaan dan sangat mendukung dalam peningkatan peran masyarakat kecil. Pada intinya, koperasi menjadi lembaga penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat menengah ke bawah.

Karena merepresentasikan nilai-nilai Indonesia, maka koperasi juga menjadi suatu implementasi dari nilai-nilai falsafah dan dasar negara. Koperasi merupakan salah satu wujud pengalaman nilai-nilai pada Pancasila. Sila kelima Pancasila yang berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” memiliki relevansi kuat dengan tujuan didirikannya koperasi, yaitu meningkatkan kemakmuran di masyarakat dengan mengedepankan keadilan.

Cerminan lain dari Pancasila pada koperasi adalah adanya sikap kekeluargaan dan persatuan. Koperasi bisa memberikan kemaslahatan pada banyak masyarakat akibat dari kesadaran dan kesukarelaan antar anggota koperasi dalam menyediakan sejumlah dana maupun barang-barang yang dibutuhkan masyarakat. Semakin banyak anggota memberikan iuran, maka semakin banyak pula manfaat yang bisa didapat masyarakat maupun para anggota koperasi sendiri.

Undang-undang Dasar (UUD) 1945 juga menyebut bahwa koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional. Pembangunan nasional yang terus digaungkan pemerintah dilandaskan pada pengamalan nilai-nilai Pancasila. Nah, koperasi merupakan wujud peran pemerintah dalam meningkatkan pembangunan dan perekonomian nasional yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.

Dalam pasal 33 UUD 1945 dijelaskan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Jelaslah bahwa pasal ini memiliki cerminan terhadap peran koperasi, yang didirikan, dibangun, dan dikembangkan melalui asas kekeluargaan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat banyak.

Comments are closed.