Asas Pendirian Koperasi

Sejak duduk di bangku sekolah, Anda mungkin ingat pelajaran mengenai tujuan pendirian koperasi. Ya, koperasi merupakan suatu unit usaha yang bertujuan mendukung majunya perekonomian rakyat. Setiap buku pelajaran ekonomi pasti akan menjelaskan tujuan tersebut. Dan, pada dasarnya tujuan itu merupakan tujuan konkret dari sebuah koperasi.

Hal ini dijelaskan dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 1 secara implisit disebutkan mengenai identitas koperasi. Pasal tersebut berisi bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Dari pasal tersebutlah koperasi diimplementasikan sebagai usaha bersama dalam mewujudkan perekonomian berbasis kerakyatan.

Nah, dengan demikian, dasar pendirian koperasi adalah implementasi asas kekeluargaan. Dengan mengedepankan semangat kekeluargaan, setiap anggota memiliki kesadaran untuk menjaga nama baik koperasi. Salah satu upayanya adalah mengedepankan aktivitas usaha yang mampu meningkatkan reputasi koperasi.

Di sisi lain, setiap anggota memiliki kesadaran untuk membantu anggota lainnya. Semangat kekeluargaan ini diterapkan aktvitas perekonomian koperasi, yaitu membayar iuran rutin yang ujung-ujungnya dipergunakan untuk peningkatan kemakmuran anggota, serta menerapkan pola jual beli atau peminjaman yang tidak mengikat.

Selain asas kekeluargaan, koperasi juga dibangun dengan asas gotong royong. Setiap anggota koperasi harus mau bekerjasama dengan anggota lainnya. Keuntungan atau sisa hasil usaha yang diperoleh koperasi harus dapat dibagikan sama rata kepada seluruh anggota.

Lebih dari itu, Anggota koperasi tidak boleh mengutamakan kepentingan sendiri dan menjatuhkan anggota lainnya. Untuk itu sikap toleransi wajib dibangun oleh setiap anggota.

Comments are closed.