Cover Note sebagai Alat Bukti

Cover Note sebagai Alat Bukti

Cover note adalah surat keterangan yang diberikan Notaris untuk menjelaskan bahwa sudah terjadi penandatanganan akta perjanjian kredit/akta lain yang sudah diberikan nomor akta dan tanggal akta serta keterangan lainnya sebagai pegangan bank/pihak yang bersangkutan. Cover note dapat digunakan selama akta dalam pengurusan Notaris sampai berkas-berkas jadi dan diberikan kepada pihak bank/pihak yang bersangkutan.

Sebenarnya cover note termasuk surat keterangan biasa, seperti halnya surat keterangan waris/surat keterangan lainnya. Dengan demikian, adanya apakah cover note dapat dijadikan sebagai bukti pelaporan di kantor kepolisian?

Cover note dapat dijadikan bukti dalam KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana). Hal tersebut menuntut adanya kehati-hatian dalam menjalankan jabatannya, termasuk dalm pembuatan cover note. Meski dalam UUJN tidak dijelaskan seberapa besar kekuatan dari cover note, tetapi dalam KUHAP mengenai Alat bukti yang tertera dalam Pasal 184-188 KUHAP. Alat bukti yang tertera dalam pasal 184 ayat (1) KUHAP berupa keterangan saksi, keterangan ahli, petunjuk, surat, dan keterangan terdakwa. Pasal 188 ayat (2 ) menjalaskan bahwa petunjuk hanya dapat diperoleh dari keterangan saksi, surat, dan keterangan terdakwa.

Bukti digolongkan dalam beberapa macam bentuk, baik bukti sempurna (kuat) dan dapat dijadikan bukti permulaan. Bukti permulaan bisa dijadikan dasar penyelidikan lebih jauh untuk mendapatkan bukti kuat. Bukti permulaan adalah bukti berupa keterangan, tulisan/benda yang bisa mengarahkan kepada petunjuk adanya dugaan kuat bahwa sedang/sudah terjadi permasalahan hukum. Pemeriksaan bukti permulaan dapat dilihat apakah itu ranah hukum administrasi/sudah masuk ke dalam ranah hukum pidana. Dengan demikian, cover note dapat digolongkan sebagai alat bukti permulaan dalam suatu kasus pidana.

Jika cover note dijadikan bukti permulaan dari suatu tindak pidana, tidak serta merta notaris pembuatnya akan dihukum/ditahan begitu saja. Maksudnya, penyidik dapat menyelidiki kasus tersebut dengan menelusuri cover note sebagai bukti, apakah terdapat tanda-tanda terjadinya masalah/tidak. Jika tidak terdapat tanda-tanda bukti melakukan penyimpangan hukum, notaris tidak dapat dinyatakan bersalah. Cover note baru dapat menjadi kasus pidana dalam hukum jika notaris memberikan keterangan tidak jujur/palsu sehingga mengakibatkan tindakan tersebut menjadi masalah/sengketa.

Comments are closed.