Skip to main content
Kekuatan Waarmerking Notaris

Kekuatan Waarmerking Notaris

Kekuatan Waarmerking Notaris Cara dan gaya menyusun kata dalam akta di bawah tangan yang dibukukan (waarmerking) atau akta di bawah tangan yang disahkan(legalisasi) tidak diatur dalam UU Jabatan Notaris, tetapi cara dan gaya menyusun kata dalam akta notaris sudah diatur dalam UUJN. Pihak Notaris akan menjamin keseluruhan akta notaris, baik tanda tangan para pihak, isi dalam akta juga tanggal akta.
Perbedaan Legalisasi dan Waarmerking Dokumen

Perbedaan Legalisasi dan Waarmerking Dokumen

Dalam menjalankan jabatannya, Notaris tunduk pada Undang-Undang No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 2 Tahun 2014 (“UU Jabatan Notaris”) dan UU terkait lainnya. Dalam Pasal 15 ayat (2) huruf a UU Jabatan Notaris, Notaris, dalam jabatannya, berwenang mengesahkan tanda tangan dan menetapkan kepastian tanggal surat di bawah tangan, dengan mendaftar dalam buku khusus. Ketentuan ini, merupakan legalisasi terhadap
Syarat dan Prosedur Pembuatan Waarmerking

Syarat dan Prosedur Pembuatan Waarmerking

Pengertian Waarmerking Waarmerking adalah salah satu kewenangan seorang Notaris dalam membukukan surat di bawah tangan dengan mendaftarkannya dalam buku khusus yang disebut Buku Pendaftaran Surat Di Bawah Tangan. Kewenangan ini dapat disebut juga sebagai “Register” surat yang bersangkutan. Bagi Anda yang pernah berhubungan dengan Notaris dalam penandatanganan surat perjanjian pasti sudah tidak asing lagi dengan kata Legalisasi Notaris dan “Waarmerking”.