Skip to main content

Tata Cara Pengisian Akta Pemberian Hak Tanggungan

Aturan Pengisian Akta Secara Umum

Cara mengisi akta pemberian hak tanggungan adalah sebagai berikut.

Tahap 1

Setiap akta bisa digunakan sebagai bukti pemberian hak tanggungan atas satu/beberapa hak atas tanah dan/atau hak milik atas satuan rumah susun yang letaknya di wilayah kerja suatu Kantor Pertanahan sebagai menjamin suatu utang.

Akta dibuat memiliki bentuk asli sebanyak 2 rangkap yang bermaterai cukup & masing-masingnya ditandatangani oleh para pemohon, para saksi, & PPAT. 1 rangkap asli disimpan oleh PPAT yang terkait, yaitu lembar pertama & 1 rangkap asli lagi diberikan ke kantor BPN setempat sebagai keperluan Pendaftaran Hak Tanggungan, yaitu Lembar Kedua. Lalu pihak-pihak yang terkait  diberikan salinan saja. Salinan hanya ditandatangani oleh PPAT & dibuat sesuai keperluan.

Setiap rangkap akta terdiri atas beberapa formulir yang disusun & diberi penomoran halaman yang dimulai dari halaman pertama hingga halaman seterusnya sesuai dengan keperluan.

Pada setiap halamannya, Notaris PPAT akan memberikan parafnya, begitu pula dengan para pemohon dan para saksi di bagian pojok kanan bawah halaman akta PPAT.

Tahap 2. Dalam pembuatan akta PPAT, Salinan Akta Pemberian Hak Tanggungan dibuat oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota, sedangkan naskahnya disiapkan & diparaf oleh PPAT yang terkait lalu diberikan kepada Kepala Kantor Pertanahan sesuai aturan yang tertera dalam ayat (1) Pasal 114, 115, 116, & 117 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No.3 Tahun 1997.

Tahap 3. Perlu menjaga keakuratan data & agar menghindari adanya perbaikan/pencoretan/penggantian/penambahan (renvoi) dalam pembuatan akta .

Tahap 4. Kata/frasa/kalimat pada formulir akta yang terdapat dalam lampiran peraturan ini, hanya mempergunakan kata/frasa/kalimat yang diperlukan.

Tahap 5. Kata/frasa/kalimat yang tidak perlu, tidak akan dicantumkan dalam akta.

Tahap 6. Jika terjadi/apabila diperlukan hal-hal berikut.

  • Perbaikan/penggantian kata/frasa/kalimat yang salah, dilakukan pencoretan dan dibubuhi paraf oleh para penandatangan akta.
  • Penambahan kata/frasa/kalimat dilakukan dalam:
  • ruang kosong pada lembaran blanko akta yang kemudian diberi paraf oleh para pihak debitor dan kreditor atau kuasa dari mereka
  • lembar kertas yang ditambahkan pada akta harus mencantumkan nomor akta pada setiap halaman yang ditambahkan & diberi paraf oleh para penandatangan akta.

Tahap 7. Walaupun berdasarkan Pasal 31 ayat (2) UU No.1 Tahun 1974 mengenai Perkawinan, suami/istri berhak & berwenang melakukan perbuatan hukum, hanya dalam hal objek hak tanggungan tersebut merupakan harta bersama, sesuai dengan aturan pada Pasal 36 ayat (1), suami/istri berhak memindahtangankan, tetapi memerlukan persetujuan suami/istri. Persetujuan tersebut bisa diberikan secara tertulis & dilekatkan pada akta yang disimpan oleh PPAT/jika suami & istri bersama-sama menghadap PPAT, cukup hanya lembar persetujuan yang ditandatangani dan setiap halaman akta diparaf oleh suami&isteri.

Tahap 8. Spesifikasi sampul akta harus:

  • jenis kertas sampul adalah kertas dengan jenis karton; (contoh : BW/BC/TIK), 150 s.d. 250 gr;
  • ukuran kertas sampul 29,7 cm x 42 cm (A3);
  • sampul berwarna putih;
  • sampul depan diberikan kop PPAT dan ditulis judul “AKTA PEMBERIAN HAK TANGGUNGAN
  • penulisan judul akta dengan huruf Bookman Old Style, ukuran 28 dan warna hitam; &
  • tinta yang dipergunakan berwarba hitam dan tidak mudah luntur.

Tahap 9. Spesifikasi Formulir akta adalah sebagai berikut.

berwarna putih;

jenis kertas HVS 80 s.d. 100 gr;

ukuran kertas 29,7 cm x 42 cm(A3);

setiap halam formulir akta diketik dengan huruf Bookman Old Style, berukuran 12, dan berwarna hitam;

setiap lembar formulir akta diketik bolak-balik tiap halaman; &

mempergunakan tinta hitam yang tidak mudah luntur.

Tahap 10. Penjilidan Akta dengan aturan:

akta PPAT dijahit dan selanjutnya dijilid dengan benang warna putih dan disimpul di tengah;

satu rangkap lembar pertama akta yang disimpan PPAT, harus dijilid&dijahit, tetapi tidak bersampul, serta tidak ditempeli dengan cap jabatan PPAT;

1 rangkap Lembar Kedua akta yang diberikan kepada Kantor Pertanahan, dijilid&dijahit dengan sampul, dan ditempeli teraan cap jabatan PPAT ditengah pada sisi kiri; dan

salinan akta yang diserahkan kepada para pihak, harus dijilid &dijahit dengan sampul, & ditempel teraan cap jabatan PPAT di tangah sisi kiri.

You may also like