Pengertian Akta Jual Beli PPAT

Pengertian Akta Jual Beli PPAT adalah

Pengertian Akta Jual Beli PPAT

Akta jual beli adalah dokumen yang menjelaskan peralihan hak, contoh jual beli tanah, jadi peralihan atas tanah dari pemilik sebelumnya ke pemilik yang baru. Peralihan hak atas tanah ini wajib melalui PPAT dan tidak bisa di bawah tangan.

Langkah PPAT dalam pembuatan akta jual beli

Pemeriksaan sertifikat

Apabila akan menjual tanah, PPAT akan mengecek terlebih dahulu sertifikat aslinya dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pengecekan ini diperlukan untuk kesesuaian data.

Persetujuan berbagai pihak

Contohnya seperti akta warisan, diperlukan persetujuan dari pihak manapun yang bersangkutan.

Persiapkan biaya

Kita ambil contoh menjual tanah. Selain menjual, biaya yang perlu dikeluarkan oleh penjual maupun pembeli adalah Pajak Penghasilan (PPh) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

  1. PPh sebesar 5% dikeluarkan oleh penjual dari harga tanah.
  2. Pembeli membayar BPHTB sebesar 5% setelah dikurangi Nilai Jual Obyek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP).
  3. Selain itu, penjual dan pembeli umumnya menanggung biaya jasa PPAT.

Penandatanganan

Setelah urusan biaya selesai, dilakukan penandatanganan seluruh pihak dihadapan PPAT dan dua orang saksi. Umumnya dua orang saksi itu berasal dari kantor PPAT tersebut.

Balik nama

Setelah penandatangan, akta akan dibalik nama dengan menyerahkan beberapa berkas yang diperlukan.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai akta jual beli tanah menggunakan Akta PPAT dari pengertian hingga langkah-langkahnya.

Comments are closed.