Syarat Akta Notaris CV

Di Indonesia cukup banyak CV didirikan untuk membuka lapangan pekerjaan dan memproduksi sebuah produk ataupun jasa. Dimana CV ataupun biasa disebut sebagai Perusahaan persekutuan adalah perusahaan yang memiliki 2 pemodal atau lebih.

Sehingga dalam perusahaan ini para pemodal yanga da lebih dari satu dan juga dibagi kedalam dua golongan. Sekutu aktif adalah sekutu yang bertanggung jawab memberikan modal ( uang ) dan tenaganya untuk kelangsungan perusahaan. Sedangkan yang pasit merupakan para investor yang menyetorkan modal saja dan menerima keuntungan. Tentu aktif dan pasit memiliki keuntungan yang berbeda.

Sebagian orang yang memiliki perusahaan sengaja menaikannya ke CV agar lebih mudah mendapatkan modal dalam mendirikan usahanya. Namun dalam pendiriannya tidaklah mudah, anda harus melewati beberapa tahapan dan juga administrasi yang rumit. Jelas jika dilakukan sendiri terutama anda bukanlah orang yang berpengalaman pasti akan bingung dan kesulitan.

Salah satunya adalah kepengurusan akta notaris yang menjadi syarat adanya pengajuan CV kepada negara.Notaris membantu banyak hal yang dibutuhkan oleh para klien ataupun pengguna jasa. Terutama masalah hukum yang menyangkut mengenai pemberkasan resmi dan juga legal. Sehingga CV tersebut bisa disahkan secara hukum dan dinyatakan resmi.

Meskipun pengurusan surat hanya bisa disahkan oleh pemerintah atau dinyatakan benar oleh pemerintah, namun anda tentu tahu tanpa bantuan jasa Notaris akan sulit mengurusnya. Beberapa berkas harus disaksikan oleh ahli dengan catatan berkas memang legal dan resmi, untuk itulah akta notaris dan notaris dibutuhkan.

Untuk anda yang ingin membuat akta notaris CV berikut ini ada persyaratan administrasi untuk membuat Akta Notaris, terkait dengan akta yang berkaitan dengan membuat badan usaha dalam bentuk Perseroan Komanditer (CV) adalah:

  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari Pesero Pengurus / Direktur
    2. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari Pesero Pasif
    3. Nama CV. yang akan dibuatkan aktanya
    4. Usaha atau jenis kegiatan CV. yang akan dibuatkan aktanya
    5. Alamat CV. yang akan dibuatkan aktanya.
    6. Membayar biaya pembuatan akta.

Baca juga :

Comments are closed.