Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pembuatan Akta Notaris

Bahasa Indonesia dalam Pembuatan Akta Notaris

Pentingnya Pembuatan Akta Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Hukum dapat dimengerti serta dipahami apabila dipublikasikan dengan bahasa yang benar. Begitu pun dengan perjanjian yang dibuat di hadapan notaris. Dikarenakan termasuk arsip negara, maka wajib dituliskan dengan bahasa Indonesia resmi yang baik dan benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.

Penulisan substantif kata per kata dalam akta Notaris harus mengandung arti yang dapat berlaku dan mengikat pihak yang mengikatkan diri. Bahkan perjanjian juga dapat mengikat pihak lainnya yang memiliki kepentingan terhadap para pihak yang bersangkutan.

Penulisan yang tidak mengikuti kaedah bahasa Indonesia yang baik dan benar yang diwajibkan oleh undang-undang dapat dibatalkan demi hukum karena tidak mengikuti apa yang diwajibkan oleh undang-undang. Perjanjian yang dibatalkannya demi hukum akan dianggap tidak pernah ada.

Agar akta notaris dapat memiliki kebenaran secara gramatical (substantif maka terdapat 2 cara untuk meminimalisir kesalahan tersebut yaitu sebagai berikut.

  1. Program studi kenotariatan memasukkan mata kuliah Bahasa Indonesia, agar Notaris dibekali ilmu tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga akta yang dibuatnya nanti setelah menjadi Notaris dapat dipertanggungjawabkan secara substantif gramatikal.
  2. Diwajibkan kepada Notaris untuk mempekerjakan staff yang memiliki latar belakang ilmu Bahasa Indonesia. Staff tersebut bertugas untuk mempersiapkan serta melakukan verifikasi atas kata per kata dari suatu akta supaya sesuai dan patuh terhadap kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Comments are closed.