Pendirian Firma dan Akta Otentik

Pendirian Firma dan Akta OtentikAkta otentik adalah bukti tertulis merupakan kebenaran namun harus diakui oleh hakim. Selama tidak ada pihak lain yang membuktikan sebaliknya, akta tersebut dianggap benar. Akta di bawah tangan dapat menjadi alat pembuktian terhadap orang yang menandatangani, ahli warisnya, dan orang yang mendapatkan hak darinya, apabila tanda tangan dalam akta tersebut diakui. (vide Pasal 1857 KUHPerdata).

Tiga unsur penting dalam isi Pasal tersebut adalah sebagai berikut.
1. Firma dapat didirikan tanpa akta otentik.
2. Untuk akta tidak otentik tidak boleh merugikan pihak ketiga.
3. Firma harus didirikan dengan akta otentik.

Pihak ketiga akan menganggap firma sebagai persekutuan umum yang menjalankan segala macam usaha selama akta pendirian belum didaftarkan dan diumumkan. Persekutuan didirikan untuk jangka panjang dan tidak terbatas serta semua sekutu dalam persekutuan ini berwenang menandatangani surat untuk keperluan firma sebagaimana yang dijelaskan dalam Pasal 29 KUHD. Isi ikhtisar resmi akta pendirian firma dapat dilihat di Pasal 26 KUHD yang harus memuat sebagai berikut.

1. Nama, nama kecil, tempat tinggal, dan pekerjaan para sekutu firma.
2. Pernyataan termasuk persekutuan umum atau terbatas.
3. Sekutu yang tidak dipebolehkan bertanda tangan atas nama firma.
4. Mulai berlaku dan berakhirnya persekutuan.

Pada umumnya Persekutuan Firma juga disebut sebagai perusahaan yang tidak berbadan hukum karena telah memenuhi unsur/ syarat materil namun belum ada dalam formalnya berupa pengesahan atau pengakuan dari Negara yang berupa peraturan perundang-undangan. Inilah penyebab Persekutuan Firma bukan merupakan persekutuan yang berbadan hukum.

Comments are closed.