Komparisi Akta Notaris

Komparisi Akta Notaris Terbaru

Kata komparisi berasal dari bahasa Belanda, yaitu “comparitie” yang memiliki arti “verschijning van partijen” atau tindakan menghadap hukum atau di hadapan pejabat umum, seperti Notaris.

Komparisi ini adalah salah satu hal penting dari akta notaris maupun akta pejabat lainnya, karena sah tidaknya akta otentik itu tergantung benar atau tidaknya komparisi yang bersangkutan.

Penyusun atau perancang akta dapat membuat komparisi yang benar apabila ia mengetahui kecakapan seseorang apakah mempunyai wewenang dalam akta atau tidak. Oleh karena itu penting untuk mengetahui golongan pihak tersebut sesuai kecakapnnya.

Berikut perbedaan golongan penduduk Indonesia yang menyangkut kecakapannya.

  1. Anak di bawah umur yang berada di bawah orang tua atau perwalian.
  2. Wanita bersuami atau telah kawin.
  3. Penduduk yang berada di bawah pengampuan (curatele).
  4. Orang yang sakit jiwa, tetapi belum ditaruh di bawah pengampuan atau dirawat di rumah sakit jiwa.

Dalam komparisi yang perlu diperhatikan adalah golongan penduduk sebagai berikut.

  1. Pria dewasa atau sudah cukup umur yang telah kawin dengan atau tidak adanya perjanjian kawin.
  2. Wanita dewasa yang belum atau sudah kawin. Ketentuan mengenai memegang hak kekuasaan anak pada orang tua atau perwalian

Selain memperhatikan kecakapannya, Notaris juga penting memiliki ilmu pengetahuan dan teliti dalam menyusun dan mencantumkan komparisi dalam akta.Selain komparisi perjanjian kredit, sewa menyewa,  perancangan kontrak yang bersifat personal  adalah komparisi sutau badan hukum mak contohnya sebagai berikut.

Apabila anggaran dasar suatu PT  atau koperasi ditentukan jika direktur PT hendak mengalihkan atau melepaskan hak atas barang atau harta tidak gerak, harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari komisaris perseroan tersebut, lalu sang direktur itu begitu saja menjual sebidang tanah kepunyaan PT tersebut tanpa mendapatkan persetujuan terlebih dahuku dari komisaris yang diperlukan itu, maka akta (kontrak) yang bersangkutan tidak sah.

Nah, penting bagi Notaris untuk mengetahui hal-hal seperti yang dinyatakan di atas dan ketelitian dalam komparisi akta agar akta yang dibuatnya nanti menjadi akta yang sah.

Comments are closed.