Kedudukan Akta Otentik dalam Sistem Hukum Pembuktian

Alat bukti yang Dapat Diajukan dalam Persidangan di Pengadilan

  • Alat bukti yang telah mencapai batas minimal ditentukan hukum.
  • Alat bukti yang tidak mencapai batas minimal, dapat dikategorikan kembali menjadi 2 bagian yaitu :
  1. Alat bukti tidak memenuhi syarat (tidak sah).
  2. Alat bukti permulaan.

Batas Minimal Alat Bukti

Batas minimal alat bukti adalah paling sedikitnya jumlah 2 alat bukti sah yang harus terpenuhi supaya alat bukti tersebut mempunyai nilai kekuatan pembuktian guna mendukung kebenaran yang dinyatakan apabila alat bukti yang sudah diajukan tidak mencapai batas minimal dan alat bukti itu tidak memiliki nilai kekuatan bukti yang cukup untuk memberikan bukti kebenaran pernyataan yang dikemukakan.Alat Bukti yang Memenuhi Syarat atau Sah

Alat bukti yang memenuhi syarat formil dan materiil. Syarat formil dan materiil tiap alat bukti berbeda, contoh alat bukti saksi sebagai berikut.

Syarat formil :

  • Mengucapkan sumpah menurut agama atau kepercayaannya.
  • Orang yang tidak dilarang menjadi saksi.

Syarat materiil :

  • Keterangan yang berisi sebab pengetahuan bukan berdasarkan dugaan atau pendapat.
  • Keterangan yang diberikan bersesuaian dengan alat bukti lain.

Alat bukti permulaan

Alat bukti yang tidak memenuhi batas minimal pembuktian jika tidak ditambah satu alat bukti lagi paling sedikit. Agar dapat memenuhi ketentuan batas minimal, perlu ditambah satu lagi.

Jadi yang perlu ditegaskan adalah bukti Akta Otentik merupakan bukti sempurna serta mengikat namun tidak bersifat memaksa (dwingend) atau menentukan (beslissend). Di sinilah kedudukan Akta Otentik sebenarnya dalam sistem hukum pembuktian.

Comments are closed.